Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

REVIEW BUKU BIOGRAFI IMAM SYAFI'I KARYA DR. TARIQ SUWAIDAN (BAB 5: BAKAT-BAKAT KHUSUS IMAM SYAFI'I)


Oleh: Muhammad Anis Fuadi


       Dr. Tariq Suwaidan mendeskripsikan bakat khusus Imam Syafi'i dengan cara menyajikan kisah-kisah menarik tentangnya. Imam Syafi'i dalam berbagai literatur- diceritakan sebagai sosok yang menguasai berbagai bidang keilmuan. Di antaranya yaitu: Ilmu Firasat, Ilmu Falak, Ilmu Kedokteran, Ilmu Nasab, dan Memori Pemikiran. Buku yang ditulis oleh Dr. Tariq ini, juga dilengkapi dengan beberapa gambar sederhana, sehingga pesan-pesannya dapat tersampaikan dengan mudah.
       Diterjemahkan dari kitab Silsilat al-Aimmah al-Mushawwarah: al-Imam al-Syafi'i, Dr. Tariq menyuguhkannya secara tertata dalam bahasa Indonesia. Pada bab lima, Dr. Tariq mengawali dengan kisah Imam Syafi’i yang ahli dalam ilmu firasat. Ilmu tersebut dipelajarinya dari berbagai literatur. Beliau hijrah hingga ke Yaman untuk memperoleh kitab-kitab tentang firasat. 
       Sejak kecil, sebenarnya Imam Syafi'i sudah mendapatkan ilmu ini di Dusun. Bahkan dikatakan kalau beliau termasuk orang yang paling tajam firasatnya.  Terbukti ketika beliau beranjak dewasa, beberapa kali ilmu firasat dipraktekkannya secara menakjubkan. Berbagai peristiwa seperti firasat Imam Syafi'i tentang kehinaan seorang penduduk kampung, hingga firasat tentang keberadaan seorang budak yang dicari tuannya, sedikit banyak menggambarkan bahwa firasat beliau terbukti benar.

Ahli Falak

       Bakat khusus Imam Syafi'i yang kedua yaitu dalam ilmu falak. Tak kalah istimewa, Syafi'i kecil telah menjadi anak yang gemar memperhatikan bintang-bintang. Melalui pergerakan bintang, beliau dapat memahami berbagai tanda-tanda kebesaran Allah. Beliau mempelajari secara mendalam ilmu nujum (bintang). Beliau termasuk sosok yang terkemuka di antara para ahli nujum. Bahkan beliau berani mengecam para ahli nujum kala itu melalui syairnya:

خبّرا عني المنجم أني - كافر بالذي قضته الكواكب
علما أن ما يكون وما كان - قضاء من المهيمن واجب

Sampaikan pesanku kepada para ahli nujum, Bahwa aku * menyangsikan apa yang diputuskan bintang-bintang.
Mereka menyangka tahu apa yang telah dan akan terjadi * Padahal putusan Tuhan Yang Maha Mengetahui itulah yang pasti terjadi.

Ahli Kedokteran

       Adapun bidang berikutnya yakni ilmu kedokteran. Dalam ilmu ini beliau memilki bakat khusus yang tak biasa. Beliau rela pergi jauh ke Mesir untuk belajar banyak tentang kedokteran. Beliau memiliki semangat yang tinggi dalam mempelajari ilmu kedokteran. Beliau menyayangkan sikap para kaum muslim yang cenderung mengabaikan ilmu kedokteran. Padahal, Imam Syafi'i sendiri menegaskan bahwa mengabaikan ilmu kedokteran sama dengan meninggalkan sepertiga ilmu dan menyerahkannya pada orang lain. Dari sosok beliau, lahirlah berbagai nasihat dan saran dalam masalah gizi, nutrisi dan nasihat medis yang bernilai. Bahkan penulis sampai memberikan statement bahwa jikalau sekiranya Imam Syafi'i tidak sibuk memperdalam ilmu agama, niscaya beliau akan menjadi Dokter yang handal

Ahli Ilmu Nasab

       Satu di antara beberapa ilmu dan bakat khusus yang dimiliki Imam Syafi'i selanjutnya yaitu ilmu nasab. Kerapkali beliau mencatat berbagai macam nasab, bertanya kepada orang-orang Arab dan mendengarkan penuturan-penuturan mereka. Dari sinilah awal beliau menjadi ahli dalam sejarah Arab utamanya dalam hal silsilah keturunan penduduk Arab. Dalam ilmu nasab, beliau memiliki keistimewaan dibanding ahli nasab pada umumnya. Biasanya ahli nasab arab akan menghafal nasab dari garis keturunan laki-laki, namun Imam Syafi'i memiliki gebrakan untuk menghafal nasab dari garis keturunan laki-laki dan perempuan sekaligus.

Ingatan yang Kuat

       Bakat khusus yang beliau miliki yang terakhir yaitu keistimewaan dalam memori. Beliau diberi anugerah oleh Allah mempunyai daya ingat di atas rata-rata dan kemampuan bernalar yang tajam. Ketika membaca kitab, tak jarang beliau sekaligus menghafalnya. Cara membaca beliau tidaklah sebatas membaca dan paham saja, akan tetapi beliau membaca, menghafal, memahami dan mempelajari hingga sampai ke akarnya. Dengan inilah Allah mengangkat derajatnya di bidang ilmu, akhlak dan agama. Beliau dikenal sebagai pemimpin para ahli rakyu (kaum intelektual yang menguasai metode nalar) karena rekam jejaknya yang luar biasa dalam bidang pemikiran. Imam Syafi'i juga dikenal sebagai pendiri pondasi awal ilmu Ushul Fiqih melalui kitabnya yang berjudul ar-Risalah.

Wallahua'lam


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar