Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MASUKNYA ISLAM KE CHINA

http://dara.co.id/

Oleh : Ahmad Jaelani Yusri
Pengaruh agama Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW telah sampai hingga ke negeri Tirai Bambu. Sejak abad ketujuh masehi, pada masa kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan, agama Islam resmi disebarluaskan ke daratan china. Pemilihan Cina sebagai lokasi penyebaran ajaran Islam di wilayah Asia Timur sangat potensial karena Cina adalah salah satu negara yang paling banyak menjalin hubungan perniagaan dengan banyak negara terutama negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Lewat jalur sutra, orang-orang Cina yang telah memeluk agama Islam ikut berdakwah bersama para pedagang lainnya yang berasal dari wilayah Asia Tengah.
Jalur sutra dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang Muslim terutama yang berasal dari Arab untuk menyebarkan dakwah Islam dan melakukan perkawinan campuran dengan wanita asli Cina. Keturunannya dituntun untuk memeluk dan mempelajari ajaran-ajaran Islam. Hubungan baik yang terjalin antara Arab dengan Cina tetap dijaga. Apalagi keduanya sama-sama mengandalkan bidang perdagangan untuk meningkatkan perekonomian negara. Ekspor maupun impor dilakukan melewati jalur sutra dan jalur laut sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara.
Sejak zaman Dinasti Tang, tepatnya abad ke tujuh Masehi, para pedagang Persia dan Arab terbiasa untuk menetap di Chang’an dan sekitarnya. Sedangkan pedagang yang datang dari laut menetap di daerah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka kemudian bercampur dengan masyarakat setempat yakni suku Han dan akhirnya menurunkan suku Hui yang sekarang tersebar di seluruh Cina.
Selain itu, kekuasaan Cina sempat jatuh ke tangan bangsa asing Mongol di bawah pimpinan Gengis Khan. Kepemimpinan bangsa Mongol di Cina tidak mendapatkan sambutan yang hangat karena mereka dianggap sebagai suku Barbarian dimana mereka merebut kawasan Cina dari penduduk Asli. Orang Mongol mendirikan Dinasti Yuan. Demi menjaga eksisitensi kepemimpinan bangsa Mongol, pemerintah Dinasti Yuan banyak mendatangkan orang Islam untuk dijadikan sebagai pegawai kerajaan. Mereka lebih memercayai orang asing daripada pribumi.  
Islam mulai berkembang pesat saat Dinasti Yuan memerintah Cina. Posisi orang Asing yang memeluk agama Islam pun menduduki kelas sosial tinggi dibanding pribumi. Pengaruh Islam mendapatkan ruang yang luas. Akibatnya banyak masjid yang dibangun sebagai tempat ibadah. Dan orang-orang berdatangan mulai mengkaji Kitab Al-Qur’an. 
Suku Hui adalah hasil asimilasi kedua kebudayaan tersebut dan beragama Islam. Suku Hui adalah salah satu dari lima suku terbesar di Cina. Persebaran suku ini ada di hampir seluruh provinsi Cina. Tetapi terfokus di Ningxia, Hainan, Gansu, Yunan, dan Qinghai. Ningxia sendiri adalah daerah otonomi bagi suku muslim Hui . 
Jika dilihat, suku Hui sama dengan suku Han, perbedaan hanya terletak pada gaya hidupnya yang lebih islami tapi tetap dengan budaya Cina itu sendiri. Hal inilah yang menjadi pembeda dengan suku Uyghur, yang beragama Islam tapi berbudaya Asia Tengah.
Sumber literatur :

Septianingrum, Anisa. 2019. Sejarah Ringkas Terbaik Asia Timur. Yogyakarta: Unicorn Publishing

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Hui

https://tirto.id/muslim-hui-dan-uighur-mengapa-diperlakukan-berbeda-di-cina-dcFR  


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar