Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MARI MENGENALI AIR YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK BERSUCI



Oleh: Muhammad Rian Ferdian

  Dalam menjalani hidup tentu kita tak pernah lepas dari yang namanya air. Air menjadi kebutuhan primer seluruh makhluk di muka bumi ini, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Bagi manusia air biasa digunakan untuk minum, maupun bersuci. Tapi tahukah kita tak semua air dapat kita gunakan untuk bersuci. Ada kriteria dan klasifikasi yang perlu kita ketahui tentang air yang bisa kita gunakan untuk bersuci.
  1. Pembagian air 
  Syaikh Salim bin Sumair al-Hadramiy dalam kitab Safinatunnaja membagi air menjadi dua macam :
الماء قليل وكثير القليل ما دون القلتين والكثير قلتان فأكثر 

         Air itu terbagi menjadi 2 macam, ada air yang sediki dant ada air yang banyak. Adapun yang dimaksud air yang sedikit yaitu air yang kurang dari dua qullah, sedangkan air yang banyak merupakan air yang dua qullah atau lebih.

        Di era saat ini istillah qullah mungkin sudah tak familiar lagi di telinga kita, sehingga kita kebingunan dan bertanya-tanya berapa sebenarnya takaran air 2 qullah tersebut. Dalam hal ini terdapat beberapa pandangan para ulama. Menurut ulama Syafi’iyah, air 2 qullah merupakan air yang tempatnya berukuran  panjang 1, 25 hasta x lebar 1,25 hasta x tinggi 1,25 hasta. 

         Ulama kontemporer memiliki 2 pendapat mengenai ukuran hasta tersebut. Pendapat yang pertama mengatakan 1 hasta = 46, 2 cm, sedangkan pendapat yang kedua mengatakan 1 hasta = 48 cm. Dengan adanya 2 pandangan yang berbeda ini, dalam ukuran centimeter 2 qullah memliki dua pendapat yang berbeda. 

         Pendapat pertama, jika 1 hasta = 46,2 cm, maka dapat kita hitung bahwasanya 2 qullah = 57,75 cm x 57,75 cm x 57,75 cm = 192.599,8 cm. 

         Pendapat kedua, jika 1 hasta = 48 cm, maka dapat kita hitung bahwasanya 2 qullah = 60 cm x 60 cm x 60 cm = 216.000 cm.
 
         Sedangkan dalam ukuran liter, terdapat beberapa pendapat juga dari para ulama mengenai hal ini. Dr. Musthofa Daib al-Bagho dalam kitab at-Tadzhib fii Adillati Matni Abi Syuja’ berpendapat bahwasanya ukuran 2 qullah kurang lebih adalah 190 liter. Sedangkan  Syaikh Wahbah az-Zuhayli dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menuliskan bahwasanya ukuran 2 qullah setara dengan 270 liter.  

         Dengan beragamnya pendapat ulama mengenai ukuran pasti dari 2 qullah tersebut, kita disilahkan untuk memilah dan memilih pendapat mana yang hendak kita ambil. Dengan catatan jangan merasa pendapat yang kita ambil tersebut paling benar, pendapat yang lain salah bahkan menyalahkan pendapat orang lain.

         Syaikh Abu Syuja’ al-Ashfahani dalam kitab Matan Ghoyah at-Taqrib menjelaskan bahwasanya ada 7 macam air yang bisa kita gunakan untuk bersuci , yaitu :
  1. Air hujan
  2. Air laut 
  3. Air sungai
  4. Air sumur
  5. Air sumber/mata air
  6. Air es/salju
  7. Air embun
         Kemudian beliau melanjutkan penjelasannya mengenai air tersebut dengan membagi lagi macam-macam air kedalam 4 bagian :
  1. Air suci yang mensucikan dan tidak makruh untuk digunakan, air ini disebut dengan air muthlaq
  2. Air suci yang mensucikan tetapi makruh untuk digunakan, Air ini disebut dengan istilah Air Musyammas. Yaitu air yang dipanaskan oleh panas matahari dengan wadah dari logam kecuali emas dan perak, seperti besi, timah, tembaga dll. Akan tetapi kemakruhan ini hanya sebatas bersuci untuk badan tidak untuk pakaian. Dimakruhkan pula bersuci dengan air yang sangat panas dan sangat dingin.
  3. Air suci tapi tidak mensucikan, Air jenis ini terbagi menjadi dua: 
  • Air Musta’mal, Air Musta’mal merupakan air bekas pakai yang telah digunakan untuk bersuci dalam tempat air yang berukuran kurang dari dua qullah
  • Air Mutaghoyyir, Air Mutaghoyyir merupakan jenis air muthlaq yang kemudian tercampur dengan sesuau yang suci, seperti kopi, teh, gula dan lain-lain. Maka air jenis ini suci tetapi tidak dapat mensucikan.
  • Air najis dan mutanajjis, Air najis merupakan air yang asalnya memang sudah najis, seperti air seni. Sedangkan air mutanajjis adalah air yang kejatuhan sesuatu yang najis kedalam air yang ukuran airnya kurang dari dua qullah, atau air tesebut berukuran 2 qullah kemudian ketika kejatuhan najis air tersebut berubah, baik rasanya, warnanya, maupun baunya.

       2. Hukum air sedikit dan air banyak 

         Melanjutkan keterangan dari Syaikh Salim bin Sumair al-Hadramiy dalam kitabnya, beliau memberikan penjelasan hukum mengenai dua pembagian air yang telah disebutkan di atas yaitu air yang sedikit dan air yang banyak. 

  1. Air yang sedikit
القليل يتنجس بوقوع النجاسة فيه و إن لم يتغير 

         Air sedikit  akan menjadi air yang najis apabila kejatuhan sesuatu yang najis meskipun air itu tidak berubah.
 
      2  Air yang banyak 
والماء الكثير لايتنجس إلا إذا تغير طعمه أو لونه أو ريحه
         
         Sedangkan air yang banyak tidak berubah menjadi air yang najis kecuali berubah salah satu dari sifat air tersebut, yaitu rasanya, warnanya atau baunya. 
   
         Itulah penjelasan singkat mengenai macam-macam air yang bisa kita gunakan untuk bersuci. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar