Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

LUKA YANG TAAK KUNJUNG MENGERING

Oleh: Siti Fathimatuz Zahro'

 

Aku yakin luka itu masih ada

Sekalipun bertahun-tahun telah berlalu

Pemulihan secepat apapun masih akan menyisakan goresan

Kehadiran sosok baru tidak menjamin masa itu akan lupa

Sesedikitnya akan tetap ada meskipun lukanya tak sesakit dulu

Perjuangan untuk bangkit secara perlahan menyatakan kekuatan dari dalam diri

 

Sayatan orang ketiga yang menghancurkan keharmonisan tali cinta kasih

Seolah tahun-tahun sebelumnya hanyalah masa percobaan tanpa arti

Ucap janji setia selamanya hanyalah khayalan belaka

Yang nyatanya hanyalah perantara mesin pencetak luka

 

Derai air mata menggantikan tawa-tawa yang sebelumnya selalu dinikmati

Masakan dapur rumahan membeku dingin tak terjamah

Kepulangan -nya- yang seolah hanyalah khayalan tingkat tinggi

Membuat -nya- memilih untuk menepi dari pada terus sakit hati

 

Luapan-luapan emosi yang menggelora setiap hari

Rasa curiga mulai mencapai titik tertinggi

Kepercayaan mulai terkikis hingga habis

Sepertinya semua telah mencapai garis finish

 

Keyakinan untuk pergi semakin mantap

Rasa kosong perlahan menetap

Mencoba bertahan pun percuma

Raga mu ada seolah fana

 

Selamat tinggal waktu yang tlah lalu

Walau rasa itu selalu menyisakan pilu

Selamat datang hari-hari penuh kebangkitan

Tumbuh suburlah tanpa menjadi seorang pesakitan


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar