Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KISAH SANG REFORMIS ISLAM; JAMALUDDIN AL-AFGHANI


Oleh: Arfiatul Aliyah

       
       Jamaluddin Al Afghani, Nama lengkapnya adalah Muhammad Jamal bin Safdar al-Afghani.  Beliau adalah seorang imam pemikir dan reformasi. Beliau dilahirkan pada tahun 1839. Sejak lahir, Jamaluddin al afghani tumbuh dan besar di Persia, namun ada pendapat yang mengatakan bahwa beliau dilahirkan di As’adabad, Afghanistan. Jamaluddin Al Afghani juga masih satu silsilah dengan keturunan nabi. Dan untuk pertama kalinya seorang pemuda muncul, menjadikan seluruh Timur sebagai tanah airnya, Jamaluddin al afghani mengunjungi banyak negara seperti Arab, Mesir dan Turki, dan beliau juga pernah tinggal di Afghanistan, India dan Persia, dan bepergian ke berbagai ibu kota yang ada di Eropa.

       Jamaluddin Al-Afghani merupakan seorang jurnalis di wilayah timur dan menjadi pimpinan dalam sebuah forum. Dan beliau berkhotbah di forum dewan Arab dan Eropa, Untuk berbaur dan menyentuh orang-orang yang memiliki pemikiran sains dan politik, dan mengumpulkan pengetahuan serta pengalaman yang bisa di tambahkan pada kejeniusannya yang unik dan kepribadiannya yang menawan.  Di Mesir, beliau memiliki murid bernama Muhammad Abduh.

       Jamaluddin al-Afghani, mengutamakan surat kabar (Al-Orwa Al-Wuthqa), yang beliau dirikan di Paris bersama temannya Sheikh Muhammad Abduh: Untuk meniadakan doktrin kaum sekuler, menjelaskan korupsi mereka, dan membuktikan bahwa agama adalah dasar peradaban. (beliau menulisnya dalam bahasa Persia, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab).  ۲ - Kelanjutan dari pernyataan dalam sejarah Afghanistan.  3- Qada’ dan Qadar.

       Jamaluddin Al Afghani menyerukan reformasi agama dengan kebangkitan baru yang sesuai dengan persyaratan era modern, dan untuk mereformasi politik dengan menyatukan wilayah Timur, solidaritas dengan rakyatnya, menghancurkan berhala, dan tirani para penguasa.

       Mengenai agama, beliau menyerukan untuk melikuidasi, yang telah melekat padanya selama berabad-abad, yang menyimpangkan kebenarannya. Dengan demikian, al-Afghani melihat perlunya revolusi pembangunan dalam pemikiran Islam, alasan al afghani mengatakan demikian karena negara-negara Islam lemah disebabkan oleh sempitnya pemikiran masyarakat Islamnya. Karena Islam bukan hanya berbicara menyembah Tuhan saja, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan.  

       Sedangkan untuk politik,  Jamaluddin al-Afghani melihat bahwa wilayah Timur berada dalam keterbelakangan yang disebabkan oleh disintegrasi, ketergantungan, dan kelemahan, sehingga beliau menyerukan persatuan wilayah timur agar setiap negara menikmati kebebasan penuhnya. Setelah pandangan singkat ini, menjadi jelas bagi kita bahwa Jamal al-Din al-Afghani adalah salah satu bendera kebangkitan intelektual modern.

       Pan islamisme itu merupakan hasil ide yang dicetuskan oleh Al-Afghaniy. Jamaluddin Al Afghani menganjurkan pembentukan suatu ikatan politik yang mempersatukan seluruh umat Islam (Jami’ah islamiyah) atau Pan-Islamisme. Menurut Jamaluddin Afghani, asosiasi politik harus meliputi seluruh umat Islam dari segala penjuru dunia Islam, Ikatan tersebut didasarkan atas solidaritas akidah Islam, menentang tiap sistem pemerintahan yang sewenang-wenang dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam.

       Mengenai ide pemikiran pembaruan Al-Afghaniy, Pengaruh dari Pan Islamisme untuk peradaban islam secara keseluruhan, Al-Afghaniy menyerukan kepada semua negeri islam.

       Ketika itu Jamaluddin sedang berada di Mesir. Mesir yang pada saat itu mengalami permasalahan ekonomi, membuat banyak bangsa asing (dominan bangsa barat) masuk dan ikut campur dalam masalah ini. Akan tetapi, campur tangan asing ini justru membuat Mesir semakin memburuk. Mesir terus dieksploitasi. Melihat hal ini, Jamaluddin mulai giat berusaha membangun kesadaran bangsa timur bahwa bangsa barat telah mengeksploitasi bangsa mereka.

       Untuk memperoleh keberhasilan dari pemikirannya, Jamaluddin Al-Afghaniy merancang kiat-kiat diantaranya:
1. Menghapus pemikiran mengenai kepercayaan ketahayulan
2. Meyakinkan rakyat, bahwa setiap manusia bisa mencapai derajat yang agung.
3. Mengharuskan untuk menjadikan rukun iman sebagai pegangan hidup di setiap kehidupan manusia.
4. Mengahruskan setiap generasi untuk berpendidikan dan disiplin, untuk memerangi kebodohan. 

Sumber; Al-Fakhury, Hannan. 1986. Tarikh Adab Al-Arabiy. Beirut. Libanon. Darul Jil.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar