Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KEMBALI KE RIMBA

source image: kayuhanku.blogspot.com


Oleh: Ahmad Nasrul Maulana

Dunia tak sesempit yang aku bayangkan. Berlarian mengitari hutan kampung saja, cukup membuat nafasku tersenggal-senggal. Dulu aku pernah tumbuh di kampung ini, dirawat dan dibesarkan hutan dengan berbagai macam penghuni. Kini masaku untuk kembali, menuangkan segala kerinduan bersama bocah-bocah kecil ini.

"Ayo kak arahkan kameranya kemari" mereka bertingkah kegirangan dengan berpose bebas menggerakkan tangannya. Beberapa jepretan telah tertangkap, beberapa dari mereka bergantian merenggek memintaku menunjukkan hasil jepretan.

Matahari di dalam hutan tak sepenuhnya terang, membuat jalanan hutan yang basah sebab hujan semalam semakin berlumpur dan penuh genangan. “Byur" mereka menertawakanku bersamaan melihat sepatu hitamku tercebur ke dalam genangan air lumpur. Aku masih bersyukur tidak jatuh gelimpangan, tanah hutan sungguh licin tak karuan.

"Cepetan kak, ada banyak tempat yang harus kakak abadikan dengan kamera" Tukas bocah berkulit sawo matang yang paling tinggi di antara kawan lainnya. Namanya Agus, aku paling mengenalnya dari kelimanya karena ia adalah teman berburu masa kecilku, saat aku berumur sepuluh tahun lalu ia menginjak delapan. Sepeninggalnya aku di kota, sepertinya Agus mendidik anak-anak kampung untuk berburu ke dalam rimba. Dan kini aku kembali bersama Agus dan keempat anak buahnya.

"Iya tunggu, kakak sudah tak selincah dulu Gus"

Kami terus berjalan menyusuri rimbunnya hutan Kalimantan. Beberapa satwa masih ada di sini, namun jumlahnya tak banyak lagi. Suara Ngengat dan Nyamuk senantiasa menemani perjalanan kami. Membuatku tak nyaman ditambah kakiku yang jengah oleh air kubangan tadi.

"Ayo kak arahkan kameranya ke sini"

"Bentar, kakak atur kameranya dulu ya" ujarku sambil mengintip kamera.

"Kakak sudah siap, tunjukkan gaya terkeren kalian" Aku hanya melihat mereka melalui kamera, mereka tersenyum seraya berpose yang itu itu saja. Beberapa kali jepretan tertangkap, hampir seluruh jepretan hasilnya sama. Sebab saat aku meminta untuk berganti gaya, mereka hanya menggerakkan tangannya saja. Dan semuanya sama.

"Sekali lagi yaa, satu...dua...tiga, cekrekkk!!” aku terkejut melihat hasil gambarnya. Sebuah babi hutan besar datang tepat di belakang mereka. Tubuhnya sebesar bedug musholla, suaranya mendengus kasar bak orang marah. Jantungku berdegup kuat, dipenuhi rasa takut terhadap babi hutan yang bisa saja mengamuk lalu menghabisi tubuhku. Tapi,

"Ayo kak arahkan kameranya lagi”

Mereka bahkan menaiki punggung kerasnya, ada yang berpose sambil menekuk kakinya di bawah kepalanya. Babi hutan besar itu menjadi kucing lucu di tangan mereka. Sedangkan aku masih gemetar tatkala menekan tombol kamera.

"Satu...dua...cekrek"  babi hutan besar itu sontak mengamuk, sepertinya ia merasa terganggu dengan cahaya flash kamera. Tanpa berpikir panjang aku berlari meninggalkan kelima bocah kampung itu.

Aku bersembunyi di balik pohon gaharu besar, berharap babi hutan besar itu tidak mengejarku. Hatiku sedikit lebih tenang, namun di sudut lain masih bimbang terhadap nasib kelima bocah itu. Rasa penyesalanku perlahan tumbuh, mengingat aku yang mengajak mereka pergi ke hutan kemarin malam. Tapi aku tidak bisa menjaganya, padahal aku paling besar di antara mereka. Sepertinya sepuluh tahun hidup di kota benar-benar melunturkan keberanianku bertualang di tengah rimba. Aku tidak seberani dulu lagi.

Naluriku mengajak tubuhku untuk kembali ke tempat tadi, namun kakiku seakan memaku untuk tetap di sini. Bocah-bocah itu telah habis tubuhnya, atau dilemparkan babi hutan ke dalam jurang. Mereka telah tiada di tangan babi hutan.

"Kak... dimana kau?” itu suara Agus disambut teman-temannya.





Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar