Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

IMAM SYAFI'I SOSOK YANG BIJAK

http://bangkitmedia.com/

Oleh: Muhammad Rian Ferdian
Imam Syafi’i sebagai salah satu dari Imam Madzhab yang empat merupakan sosok yang sangat bijaksana. Meski memiki kedalaman ilmu agama, hal ini tak membuat Imam Syafi’i besar kepala, dan tidak membuat beliau keras dalam berdakwah. Ia mengatakan kepada murid-muridnya apabila ada fatwanya yang bertentangan dengan hadits nabi, Imam Syafi’i menyuruh mereka untuk menolak fatwanya dan memilih hadits. Dalam hal ini Imam Syafi’i mengajarkan kita untuk bersikap moderat dan tidak menganggap pendapatnya paling benar diantara yang lain. Kalau memang pendapat kita salah dan orang lain benar, maka akui saja kesalahan itu.
Imam Syafi’i juga memiliki etika bergaul yang baik. Beliau menyarankan kita untuk bergaul dengan teman yang baik, agar kita terbawa menjadi orang yang baik pula. Beliau pun memberi nasihat-nasihat kepada kita dalam hal bersaudara. Orang yang tulus dalam bersaudara akan menerima kekurangan saudaranya, mengabaikan kelemahannya, dan memaafkan kesalahan-kesalahannya. Imam Syafi’i menasihati kita untuk tidak mengadu domba dalam pertemanan, karena itu dapat merusak persaudaraan.

Dalam hal ini juga beliau memberikan nasihat perihal pernikahan, beliau menganjurkan kepada kita untuk menikah dengan orang yang jauh, Imam syafi’i berbicara tentang satu hikmah sosial yang banyak diabaikan oleh manusia, ia berkata : “Kaum mana saja yang perempuannya tidak menikah dengan laki-laki di luar kaumnya, atau laki-lakinya tidak menikah dengan perempuan kaum lainnya, maka anak-anak yang dilahirkan akan menjadi bodoh.
Imam Syafi’i merupakan sosok yang mempunyai kepribadian yang baik. Ia berkata, seorang laki-laki tidak akan sempurna di dunia kecuali dengan empat perkara, yaitu agama, sifat amanah, menjaga diri dan sifat tenang. Imam Syafi’i merupakan sosok yang ahli di bidang kehidupan. Pahit getirnya kehidupan telah ia rasakan. Beliau merupakan sosok yang berpandangan luas dan berperasaan halus. Dari apa yang telah ia lewati, menjadikannya sosok yang penuh hikmah dan memberikan pelajaran berharga untuk kita. 
Sebagai orang yang telah mengembara ke berbagai negeri Islam, ia mendapatkan pengalaman yang begitu berharga. Dalam hal berinteraksi dengan sesama, ia memberi nasihat kepada kita bahwa setiap orang pasti ada yang mencintai, ada juga yang membenci. Apabila kita berupaya dengan sekuat tenaga untu mendapatkan keridhaan seluruh manusia, niscaya sampai kapanpun kita tidak akan mendapatkannya. Maka luruskanlah niat kita, ikhlaskan setiap amal kita hanya karena Alloh semata. Imam Syafi’i memberi pelajaran kepada kita, dalam menjalin hubungan dengan sesama hendaknya kita bersifat moderat dan tidak berupaya untuk membuat senang semua manusia, jangan sampai diri kita disibukan untuk mencari wajah manusia. 
 
Di antara akhlak luhur yang dimiliki Imam Syafi’i adalah beliau senantiasa menjaga kehormatan. Kehormatan merupakan suatu hal yang mungkin pada sebagian manusia saat ini sudah tidak memperdulikannya lagi. Sampai-sampai seandainya saja beliau tahu jika air dingin dapat mengikis kehormatannya, niscaya beliau lebih rela meminum air panas. Imam Syafi’i mengatakan bahwasanya kehormatan itu memiliki empat rukun, yaitu : akhlak yang baik, kedermawanan, sikap rendah hati, dan ibadah. Dan tidaklah kita dapat meraih kehormatan kecuali dengan melindungi diri dari hal-hal yang tak berguna. 
Selain menjaga kehormatan, akhlak luhur yang dimiliki Imam Syafi’i adalah beliau senantiasa menjaga dari sifat marah. Beliau tidak pernah marah ketika berdebat dan tidak mencari kemenangan dari debat tersebut. Beliau hanya berharap manusia dapat mengambil manfaat dari ilmunya tanpa harus mengenang jasa-jasanya. 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar