Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HUJAIMAH BINTI HUYAY AL-AWSHABIYAH PEREMPUAN YANG HAUS ILMU


Oleh: Izzat Imaniya


       Hujaimah binti Huyay Al-Awshabiyah merupakan salah satu dari tiga tokoh kaum hawa yang dikenal cerdas setelah wafatnya Rasulullah. Ia merupakan murid dari Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hujaimah binti Huyay memiliki gelar Ummu Darda’ As-Shugra, ia berasal dari Washab, sebuah kabilah yang terletak di Himyar. Gelar Ummu Darda’ As-Shugra didapatkannya karena dinikahi oleh Abu Darda’ setelah Khairah binti Abi Hadrad yang bergeral Ummu Darda’ Al-Kubra. Abu Darda’ memiliki nama asli Uwaimir Al-Anshori, ia merupakan sahabat Rasulullah yang masyhur akan ilmunya yang kaya dan cintanya kepada Allah. Sebelum masuk agama Islam, Abu Darda’ menggunakan usianya untuk berniaga. Oleh karena itu ia merupakan saudagar kaya diantara saudagar-saudagar kota Madinah. 
       Abu Darda’ berkata bahwa dunia ini bersifat hanya sementara dan merupakan jembatan untuk menyebrang agar bisa sampai kepada tujuan yakni kehidupan yang abadi. Diakhir hayatnya, para sahabat menemuinya terbaring lemah diatas tikar yang terbuat dari kulit. Para sahabat menawarkan Abu Darda’ agar tikar tersebut diganti dengan Kasur yang lebih baik untuknya. Akan tetapi, Abu Darda’ menolak tawaran tersebut dengan memerikan isyarat telunjuknnya dan bola matanya menatap jauh dan tajam kedepan. “Kampung kita terletak jauh disana, kita mencari bekal untuknya dan kesana pula kita akan kembali.” Itulah salah satu bentuk dari perilkau Abu Darda’ yang menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang soleh dan zuhud. Oleh karena itu Hujaimah dititipkan kepadanya setelah meninggal sang ayah agar Hujaimah menjadi perempuan yang salihah. Apayang diharapkan pun terbukti, Hujaimah menjadi perempuan yang haus akan ilmu pengetahuan. Selain kepada ayah dan ibu angkatnya, Hujaimah juga belajar kepada Aisyah Ummul Mukminin, Abu Hurairah, Salman Al-Farisi dan sahabat yang lainnya. 
       Kepribadian yang dimiliki oleah Hujaimah sebagai perempuan yang gigih dan cerdas memebuat Abu Darda’ sang ayah angkat tertarik kepadanya. Karena pernikahan inilah Hujaimah memiliki gelar Ummu Darda’ As-Shugra, dan ibi angkatnya yang bernama Khaira memiliki gelar Ummu Darda’ Al-Kubra. Hujaimah merupakan istri solehah dunia akhirat bagi suaminya. Menjelang wafatnya Abu Darda’, Hujaimah berkata kepada sang suami tercinta, “dahulu engkau meminangku kepada keluargaku untuk dijadikan istri di dunia, maka sekarang aku pinang dirimu sebagai suami kelak di akhirat.” Kemudian Abu Darda’ meminta kepada Hujaimah agar tidak menikah lagi dengan siapapun setelahnya. Hal ini dijalankan dengan ikhlas oleh Hujaimah. karena masih muda, cantik, dan cerdas ia dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Akan tetapi Hujaimah menolak lamaran tersebut dengan berkata “Aku tidak akan menikah lagi di dunia dengan siapapun, sampai aku menikah lagi dengan Abu Darda’ di dalam Syurga, Insya Allah.” Kemudian Mu’awiyah menyarankan kepada Hujaimah agar memperbanyak puasa. Kesetiaannya kepada sang suami dibuktikan dengan tidak menikah lagi, dan mengisi hidupnya dengan memperdalam dan menyebarkan ilmu serta menggunakan seluruh waktunya untuk zikir dan ibadah kepada Allah. 
       Sebagaimana Abu Darda’, Hujaimah juga merupakan perempuan yang sangat terkenal akan ilmu, amal dan kezuhudannya. Seringkali pujian dilontarkan kepadanya sebagai perempuan ahli fikih. Abdur Rabbih bin Sulaiman bin Zaitun berkata “ Hujaimah berpesan kepadaku, pesan itun ia tuliskan dilembar catatan tentang sebuah hikmah. ‘Pelajarilah hikmah dimasa mudamu, niscaya nanti akan kau amalkan dimasa tuamu, karena setiap orang yang menanam pasti ia akan menuai hasilnya, entah itu berupa kebaikan ataupun keburukan,” setelah meninggalnya Abu Darda’, Hujaimah menetap dii Bitul Maqdis selama enam bulan untuk mengajar di Masjid Al-Aqsha dan enam bulan setelahnya berpindah ke Damaskus. Khalifah Abdul Malik bin Marwan merupakan salah satu tokoh yang sering menghadiri majlis ilmu Hujaimah di Baitul Maqdis Pakestina. Segala ucapan Hujaimah selalu dihargai dan didengarkan oleh Khalifah. Hujaimah pun tak pernah merasa sungkan untuk memebrikan nasihat atau teguran kepada Khalifah jika melihat perilaku Khalifah yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Hujaimah meninggal pada tahun 81 hijriah setelah melaksanakan ibadah haji. Karena kesetiaan yang telah ia lakukan kepada suami semasa hidupnya, Hujaimah atau Ummu Darda’ As-Saghir dimakamkan disamping makam suami, Abu Darda’. 
          Setiap perempuan muslimah pasti akan sangat merasa senang bila termasuk dalam kategori istri solihah sebagaimana Hujaimah binti Huyay Al-Awshabiyah. Hal tersebut sangatlah mudah untuk kita dapatkan. Salah satunya adalah dengan memperdalam ilmu agama, sehingga kita sebagai perempuan bisa memahami bahwa pengabdian terhadap suami bukan sebuah kewajiban saja, melainkan sebuah kebutuhan rohani untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi. 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar