Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

GANTI ITU DARI ALLAH

Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah

Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari manusia, kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi itu terjadi apabila manusia bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapan-Nya. Sebagaimana dalam suatu riwayat hadits telah dijelaskan bahwa,

“Barangsiapa kuambil kekasihnya (matanya) tetap bersabar, maka aku akan mengganti kedua  (mata)nya itu dengan surga.”  , dan Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya di dunia tetap mengharapkan ridha(Ku), niscaya Aku akan menggantinya dengan surga.”

Yakni barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar , maka di alam keabadian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul Hamd (Istana Pujaan).Maka, jika ada musibah yang menimpa diri janganlah terlalu bersedih sebab segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak-Nya dzat yang memilki surga, balasan, pengganti, dan ganjaran yang besar.

Sebagai manusia yang di beri kelebihan akal untuk berfikir, sepatutnya dalam menghadapi sebuah cobaan dan ujian dapat direnungkan serta mengambil hikmah yang tersirat didalamnya. Sebagaimana disebutkan di awal bahwa di balik cobaan dan ujian yang menimpa diri seseorang yakinlah jika kelak akan diganti oleh Allah SWT  sesuatu yang berujung kebaikan pada dirinya. Dengan begitu, kita termasuk golongan orang-orang yang diberi petunjuk seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT,

اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempuma dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS.Al-Baqarah:157)

Para waliyullah yang pernah ditimpa musibah, ujian dan cobaan akan mendapatkan penghormatan yang agung di surga Firdaus. Itu tersirat dalam firman-Nya,

سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ

Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d:24)

Ayat di atas sebagai ucapan selamat bagi orang-orang yang mendapat musibah sekaligus sebuah kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana. Dari sini dapat diketahui bahwa betapa indahnya balasan bagi orang-orang yang mau bersabar dalam menghadapi suatu musibah. Bersabar, kemudian berusaha meperbaiki keadaan serta diiringi dengan tawakkal kepada-Nya adalah sebaik-baik hal yang dapat dilakukan seorang hamba.

Umur dunia ini sangat singkat dan gudang kenikmatannya pun sangat terbatas. Adapun akhirat lebih baik dan kekal. Sehingga barangsiapa di dunia mendapat musibah ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak, dan barangsiapa hidup sengsara di dunia akan hidup bahagia di akhirat. Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia, hanya mendambakan kenikmatan dunia saja dan lebih senang pada keindahannya.

Orang-orang yang termasuk dalam kategori di atas, hati mereka akan selalu gundah gulana, cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia. Mereka ini hanya menginginkan kenikmatan dunia saja, sehingga mereka selalu memandang musibah maupun setiap cobaan sebagai petaka besar yang mematikan. Selain itu, mereka juga akan memandang setiap cobaan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya. Hal ini karena mereka selalu memandang ke arah bawah telapak kakinya dan hanya mengagungkan dunia yang sangat fana dan tak berharga ini.

Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung, karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hambanya dengan “surat ketetapan” yang di sela-sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan, dan juga pilihan. Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu, ia akan menyaksikan manisnya buah dari musibah, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya

فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُوْرٍ لَّهُ بَابٌۗ بَاطِنُهُ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهُ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُۗ....

Lalu, diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. (QS. Al-Hadid:13)

Dan sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik, lebih abadi, lebih utama, dan lebih mulia. Waallahu a’lamu bisshowab.

Sumber: 'Aidh al-Qarni, "La Tahzan Jangan bersedih!" (Jakarta:Qisthi Press,2004), hlm.24-25.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar