Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BUAH PIKIR HEWAN YANG MEMANUSIAKAN (REVIEW NOVELET “KENANG-KENANGAN MENGEJUTKAN SI BERUANG KUTUB” KARYA ClAUDIO ORREGO VICUNA)


Oleh: Kholidatun Nur Wahidiyah

Pendahuluan 

       Novel singkat ini mengisahkan seekor Beruang bernama Baltazar yang ditangkap oleh pemburu kemudian dikurung dalam penjara kebun binatang di Chile sebuah negara yang berada di benua Amerika. Selama hidupnya berada di dalam penjara yang penuh dengan hiruk pikuk ditambah kesunyian dia mengamati hal ihwal sosial. Karena Baltazar bukanlah Beruang biasa yang mayoritas orang ketahui tentang perspektif hewan. 
        Sang penulis Claudio Orrego Vicuna ini seorang sosiologi, peneliti sejarah, penulis, serta aktivis mahasiswa yang menjadi politisi dan anggota parlemen dari partai Kristen pada masanya. Novelet ini adalah satu-satunya karya sastra yang ditulisnya setahun setelah kudeta. Karya ini juga sebagai bentuk renungan penulis ketika hidup di bawah kediktatoran. Buku-bukunya yang lain tentang orang hilang dan penculikan. Dia wafat saat umurnya 42 tahun dan telah menulis lebih dari 30 karya tulis. 
        Novel ini mempunyai kesamaan dengan buku yang ditulis oleh George Orwell yang berjudul Animal Farm. Dalam bukunya yang menceritakan sekelompok hewan yang mengalami sengsara merasa diperbudak oleh manusia. Mereka menganggap bahwa manusia adalah penyebab dari ketidak bahagiaannya binatang. Bedanya, dalam novelet ini hanya ada satu tokoh yaitu si Beruang Kutub bernama Baltazar. Dia yang membebaskan diri dari pemikirannya sendiri.

Sinopsis /ringkasan buku

"Barangkali perbedaan antara kita dan binatang hanyalah mereka tidak bisa berbicara, kendati mereka bisa berpikir dan merasa."

       Seekor beruang kutub ditangkap oleh para pemburu dan di rumahkan di kebun binatang di Cile. Namun keterkurungannya itu membawa pandangan dan makna baru soal hidup dalam keterkurungan dan kebebasan. Dengan terkurung ia mampu melihat kedalaman dari semua sudut pandang dunia dan manusia.
       Kejahatan itu memang mewujud dalam sikap dampak kepada manusia lain, setidaknya itu yang ia lihat. Namun sisi lain, mutiara-mutiara kebaikan masih ada dan dipikir Baltazar bersembunyi di balik luar jeruji besi kebun binatang. Segala sesuatu tak mampu jika dilihat dari satu sisi dua sisi saja, dunia selalu nampak berbeda dalam segala sudutnya. Kejadian ini membuatnya mampu melihat kemungkinan-kemungkinan sudut lain yang tak mungkin dilihat orang lain. 
       Layaknya sebuah sastra yang dinikmati juga dengan kemungkinan-kemungkinan tafsiran pembaca. Dan barangkali memang benar, benar bahwa keterpenjaraan fisik itu membuat orang lebih berfikir, merenung dan mencerap lebih dalam dan lebih luas dari pada keterbatasan tangkapan mata. Satu-satunya penjara kesadaran adalah ketundukan kepada ketakutan, kedalaman dalam kediaman, dan keluasan dalam keterbatasan. 

Isi review

       Fokus pada buku, saya akan membahas cover terlebih dahulu. Cover-nya berwarna bau-abu tua dengan tampilan depan bergambar kepala Beruang dan didalamnya terdapat ilustrasi di sebelah kanan saat Beruang itu dipenjara dan di sebelah kirinya ilustrasi lukisan anak kecil dan perempuan tua di sebuah hutan gelap gulita dengan menhadap ke langit. Novelet ini kecil dengan ukuran 12 x 19 cm saja. Bisa dibaca dalam waktu yang sangat singkat. 
       Menurut saya novelet ini sangat unik dan luar biasa, karena di dalamnya yang mengisahkan Beruang Kutub yang banyak mengalami problematika kehidupan yang umumnya dirasakan oleh manusia. Terlihat dari kutipan “Hilanglah rasa takutku akan apa yang mungkin terjadi padaku, sebab aku sudah menemukan makna dari takdirku sendiri,” ujar Baltazar. “kuperoleh kebebasanku saat berada di balik jeruji penjara dan bahkan aku menganggap diriku lebih tinggi dibanding para pengguruku”. 
       Lalu bagaimana Bahasa yang diapakai dalam buku ini? Pada awal saya membaca novelet ini, saya kurang memahami apa makna apa yang ada dalam novelet ini. Karena Bahasa yang dipakai sangat mengandung sastra dari sudut pandang si Beruang itu. Lantas makna apa yang ada di dalamnya? Dengan semua renungan Baltazar dalam jeruji yang menjadi korban kebiadaban manusia sangat mengajarkan bagi pembaca sebuah kehidupan yang pahit dan bagaimana kita bersahabat dengan kehidupan itu. 
       Secara keseluruhan buku ini benar-benar menginspirasi bagi siapapun yang membacanya. Pertautan hidup beruang (tokoh utama) dengan manusia sebagai hewan yang dipamerkan di kebun binatang membuatnya merenungkan banyak hal; Tuhan, kesedihan, kehilangan, cinta, kemarahan, perlawanan, keberdayaan, ketidakberdayaan, dan banyak hal lainnya. Ia berhasil menemukan arti sebuah kebebasan dengan pemikirannya sendiri dari fisik yang tak bebas dijeruji. 

Penutup

        Setelah membaca, penulis mengajak kita untuk berhenti meratapi kehidupan yang terlihat tak mungkin dirubah, kemenangan dan kebahagiaan berasal dari cara pandang kita terhadap mereka. Sejatinya diri kita sendirilah yang menjadi tuan dari segalanya, bukan penjaga dan bukan pula pemegang senjata. Yang memegang kuasa atas diri kita adalah diri kita sendiri.

Informasi tentang buku 
 
Judul Buku : kenang-kenangan Mengejutkan si  Beruang Kutub
Penulis : Claudio Orrego Vicuna 
Penerjemah : Ronny Agustinus
Penerbit : Margin Kiri
Jumlah Halaman : x + 68 Halaman; 12 x 19 cm 
ISBN : 978-979-1260-82-4
Kota Penerbit : Serpong, Tangerang Selatan 
Tahun Penerbit : 2018
Tanggal diterbitkan : 
Harga : Rp. 31,000;


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar