Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BINGKISAN CINTA DARI MAKHLUK CIPTAAN-NYA TERHADAP SANG PENCIPTA — REVIEW NOVEL THE PURPOSE OF LIFE


Oleh: Arfiatul Aliyah


Judul : The Purpose of life 
Penulis : Alnira 
Penerbit   : Wahyu Qalbu 
Edisi : Cetakan Pertama Maret 2018
Harga&ISBN : 65.000, 978-602-6358-49-3
Halaman : viii + 324 hlm; 13*19,5 cm

Sinopsis 

       Riley Anderson, pemuda Australia yang sepanjang hidupnya tidak pernah merasakan susah, berwajah tampan nan rupawan, bergelimang harta, dan memiliki keluarga yang sangat mencintainya. Namun, meski demikian Riley masih merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Menurutnya ada yang tidak benar dengan tujuan hidupnya. Tentang sesuatu yang sekuat apapun dia mencari, tapi tetap tidak menemukan jawaban. 

       Shafana Kanzia Nadhifah, seorang Muslimah yang merangkap sebagai seorang mahasiswi tingkat akhir yang sedang mengalami kebingungan. Isi kepalanya dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan tentang agama yang dianutnya. Dia ragu atas keyakinannya. Ia merasa harus mencari kebenaran dari agama yang dianggapnya sebagai warisan oleh orang tuanya.

       Riley mengangkat bahu, mungkin itu semacam kebiasaan Riley, ya gestur-nya saat berbicara. “ Saya hanya sedang mencari sesuatu ”.
Shafa mengerutkan keningnya. “ Mencari Cinta?”
Riley tertawa mendengar tebakan Shafa. “ Love? I spend a lot of time just looking for love? No! Exactly not,” ucapnya dengan aksen Australia yang kental, kemudian dia merendahkan suaranya. “ Ini lebih complicated daripada masalah cinta.” 

       Shafana mengerutkan keningnya. Apa yang lebih rumit daripada cinta? Bagi Shafa, cinta adalah hal yang rumit, lihat saja teman-temannya, sering menangis karena cinta. Dan dia yang mencintai orang yang tidak seharusnya dicintainya. Apa yang lebih rumit dari cinta?
So, what youre looking for?”
“ Kebenaran akan Tuhan, Saya sedang mencari itu.”
       Dalam perjalanan hidup manusia, tidak harus melulu tentang cinta. Tidak melulu tentang mencari tambatan jiwa, tidak juga tentang patah hati apalagi materi. Hakikat hidup yang sebenarnya adalah mencari ridha Ilahi

Bukan tentang kisah cinta antara dua anak adam, tetapi tentang kisah anak adam dengan Rabb-nya. Tentang cinta terhadap sang maha Kuasa. 

Review Buku 

       Menurut saya novel ini sangat menggugah jiwa karena novel ini sarat akan pemahaman tentang Islam. Di dalam novel ini juga dipaparkan dengan jelas mengenai  fakta-fakta Islam yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Di dalam novel ini juga dijelaskan mengenai pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, namun sudah dijelaskan terlebih dahulu di dalam Al-Quran. Seperti fakta ilmiah tentang Strait of Gibraltar yang airnya bertemu tapi ada batas antara keduanya, seorang Oceanografer dari Perancis mencoba mencari tahu tantang fakta itu dan berhasil menemukan pada akhir abad ke-20 an, namun Al-Quran sudah menjelaskan mengenai Strait of Gibraltar sejak abad ke-14 di dalam Surat Ar-Rahman ayat 19-20. Fakta-fakta inilah yang membuat saya lebih terkagum-kagum dengan cara penulis dalam menyampaikan mengenai Ilmu Pengetahuan, namun tidak terasa berat ketika dibaca. 

       Diksi tulisan yang dipilih oleh Alnira di dalam novel ini sangat mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui. Bahkan disetiap sumber atau dalil yang dijadikan acuan bersumber dari dalil yang  jelas yakni dari Al-Quran dan Al-Hadits. Setiap cerita yang ada di dalam novel ini selalu mencerminkan tentang perbuatan Rasulullah saw. Dan  Penyampaiannya juga sederhana tidak terkesan muluk-muluk sehingga pembaca tidak mudah merasa bosan. 

       Kekurangan dari novel ini menurut saya ada pada bagian kedua orangtua Shafa yang dijelaskan di akhir-akhir cerita, di awal saya sempat bertanya-tanya dimanakah orang tua dari shafa, karena di dalam novel ini diceritakan bahwa Orang Tua Shafa meninggalkan harta yang bisa dibilang Besar, akan tetapi shafa lebih dekat dan tinggal Bersama keluarga dari Ibunya. dan fakta yang mencengangkan di akhir-akhir cerita dijelaskan bahwa kedua orang tua shafa telah meninggal, Ibunya meninggal sejak melahirkan Shafa ke dunia kemudian disusul oleh ayahnya ketika shafa sudah beranjak dewasa. 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar