Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TIKRAR


Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Yusro

 Detik hanya sampai enam puluh

Setelahnya, ia akan kembali dari hitungan satu

Dan menit, sama, masih di bilangan enam puluh

Setelahnya, ia kembali ke hitungan dari angka satu

Dan sama halnya dengan jam, hari, minggu, bulan.

Walau beda angka tepi,

Tetapi sama-sama memiliki batas rotasi, kemudian berulang kembali

 

Tatanan bintang siarah bernamakan Dewa-dewi Romawi turut mengindahkan titah Rabbi

Mengulang-ulang, mengitari mentari

Tunduk, khusyuk, hingga binar surya takkan ada lagi

 

Tikrar,

Memori dibuatnya sejenak bungkam

Sebelum diperbolehkan termangu sambil memainkan biola dalam ruang ingatan

Bertanya-tanya tentang jamais vu yang lekat dengan kehidupan

 

Tikrar,

Lantas mengapa manuver menghadang?

Hal apa yang sedang ia nantikan?

Kemudian, kisas dan honor apa yang akan diberikan?

Masih banyak lagi teka-teki yang belum terselesaikan

Sudahlah, mungkin tidak perlu dipusingkan



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar