Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SENYUM SAPA DENGAN BHINEKA TUNGGAL IKA


Oleh: Muhammad Rian Ferdian

Jumat (15/01/2021), Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa Dari Rumah (KKM-DR) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu mengadakan sebuah kegiatan bertajuk Sarasehan Moderasi Beragama dengan Tema “Senyum Sapa dengan Bhineka Tunggal Ika” di  Balai Dusun Kekep, Desa Tulungrejo. Hadir tiga pembicara dalam acara ini, Bapak Ahmad Riyadi selaku perwakilan dari tokoh agama Islam, Bapak Parianto perwakilan tokoh agama Hindu, dan Bapak Sudarjo Betel perwakilan tokoh agama Kristen di Desa Tulungrejo. Kegiatan tersebut didasari dari tema KKM-DR UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini yaitu “Pencegahan Covid 19 dan Moderasi Beragama”. 
Desa Tulungrejo sendiri merupakan salah satu desa yang memilki keberagaman dalam hal beragama. Tak hanya agama Islam saja yang ada di sana, terdapat juga beberapa agama lain seperti agama Kristen dan Hindu. Pemeluk agama Islam di Desa Tulungrejo pun terdiri dari beraneka ragam kelompok, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, dll. Maka dari itu, di samping salah satu tema dari KKM-DR UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun ini yaitu moderasi beragama, keberagaman yang ada di Desa Tulungrejo membuat Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan KKM-DR di desa tersebut tertarik untuk membuat acara Sarasehan Moderasi Beragama dengan tujuan mengetahui bagaimana kerukunan yang terjalin antar umat beragama di Desa Tulungrejo.

Penyampaian materi diawali dengan pemaparan bagaimana kerukunan antar umat beragama di Desa Tulungrejo yang disampaikan oleh masing-masing pemateri. Diawali oleh Pak Parianto selaku perwakilan dari agama Hindu, beliau menyampaikan bahwasanya kerukunan antar umat beragama di Desa Tulungrejo sangatlah baik. Kerukunan itu dibuktikan dengan saling berangjasana antar umat beragama di setiap perayaan hari besar agama masing-masing. Ketika hari raya nyepi, umat Islam dan Kristiani beranjangsana ke rumah-rumah umat hindu yang sedang merayakan hari raya, begitupun seterusnya. Ini semua terjadi karena adanya toleransi yang sangat tinggi dari masyarakat muslim dan menginginkan adanya kerukunan antar umat beragama di Desa Tulungrejo. Karena kerukunan tersebut nantinya akan menimbulkan rasa aman, tentram tanpa ada suatu pertikaian.

Penyampaian materi selanjutnya disampaikan oleh Pak Sudarjo selaku perwakilan dari tokoh umat kristiani. Beliau menyampaikan dasar dari kerukunan antar umat beragama di agama Kristen yaitu yang tercantum dalam al-Kitab  “kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri”  (Matius 22:39). Inilah salah satu dasar yang pegang oleh umat kristiani dalam hidup bermasyarakat. Beliaupun memberi tafsir dari ayat itu, bahwasanya umat kristen tak hanya diperintahkan berkasih sayang kepada sesama umat kristen saja, akan tetapi mereka juga diperintahkan untuk memberi kasih sayang untuk semua manusia yang ada di muka bumi ini, tak pandang ia terlahir dari agama manapun.

Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Bapak Ahmad Riyadi selaku perwakilan dari agama Islam.  Beliau menyampaikan bahwanya agama Islam sebagaimana yang tertuai dalam al-Quran adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, terlebih Desa Tulungrejo mayoritas muslimnya merupakan warga Nahdliyin yang memegang prinsip Tawasuth, Tasamuh,Tawazun dan Ta’adl (Tidak ekstrim, Toleran, Seimbang dan Tegak lurus). Beliau pun menjelaskan negara Indonesia dengan kebhinekaannya, dalam bermasyarakat harus mengikuti butir-butir Pancasila. Terkhusus untuk keberagaman agama yang ada di Indonesia, masyarakat Indonesia harus benar-benar memegang teguh sila ke-3 Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, ujarnya. 

Terakhir, ketiga pemateri berharap kerukunan antar umat beragama yang ada di Desa Tulungrejo ini bisa menjadi pembelajaran untuk para Mahasiswa yang melaksanakan KKM-DR di sana dan nantinya bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kelak diimplementasikan di kampung halaman masing-masing dalam upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar