Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RINDU YANG TERLUKA


Oleh: Siti Fathimatuz Zahro

 

Kukatakan dengan indah jika kerinduan telah terpupuk dari lama

Sedikit demi sedikit puing-puing terangkai tanpa dusta

Potongan kalimat telah menjadi novel

Menyatukan berbagai emosi menjadi karangan terbaik

 

Aku mampu mengakuinya atas diriku sendiri

Menyampaikan kerinduan mengakui kegamangan hingga menyalahkan sepi

menyesalkan hadirmu namun mengakui rindunya

Hingga luka itu hadir dan mampu menciptakan sebuah rasa bodo amat

Berujar pada Tuhan untuk menghapus memori tentangmu

Lantas mengatakan jika aku hanya bercanda

 

Aku mampu mengakuinya atas diriku sendiri

Namun tidak ingin mendengar apa pun tentangmu dari orang lain

Sekali saja namamu disebut, maka luka itu akan hadir kembali

Menghancurkan pengakuan-pengakuan atas kerinduan

Cukup perlahan menghapus setiap hal yang mengingatkanku kepadamu

Hingga semuanya bersih tanpa meninggalkan noda

 

Rindu adalah hak hati yang tak akan ada obat selain bersama rindu.

Rindu tetaplah rindu.

Tak akan terobati hingga adanya temu

 

-Abah Guru Sekumpul-


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar