Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

RESENSI NOVEL MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI


Oleh: Neng Sumiyati

Informasi buku 

Judul              :  Mata dan Rahasia Pulau Gapi 
Penulis           :  Okky Madasari
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama 
Genre             : Novel anak 
Edisi               : Cetakan pertama tahun 2018
Harga &ISBN : 79,000, 9786020619385
Halaman          : 256 hlm; 20 cm


Sinopsis 

Matara, yang gagal masuk ke sekolah impian, bersama orang tuanya pindah ke Pulau Gapi di wilayah timur kepulauan Indonesia. Kepindahan ini tak hanya membawa Matara ke tempat-tempat baru, tapi juga membawanya menyusuri waktu, menjelajahi masa lalu. Mulai dari masa ketika kapal-kapal besar pertama kali mendarat dan menjadikan pulau itu sebgai salah satu pusat dunia, masa ketika ilmuan besar Wallace menulis surat pada Darwin dari salah satu sudut pulau itu, masa ketika bendera merah-putih telah dikibarkan di seluruh pulau tapi justru membuat pulau itu sepi dan terlupakan, Hingga masa terbaru, ketika Matara dan dua sahabatnya harus menyelamatkan pusaka-pusaka pulau Gapi. 

Review 

Menurut saya novel anak dengan judul Mata dan Rahasia Pulau Gapi ini, benar-benar mengantarkan kesadaran melalui setiap diksi didalamnya, hubungan antara unsur sosial, politik dan religi diramu sedemikian rapi, sehingga novel anak ini sangat cocok untuk semua kalangan. Disamping itu juga melekat sekali dalam novel ini, terkait sejarah di balik pulau Gapi yang belum banyak orang mengetahuinya. 

Ringkasan cerita 

Matara seorang anak perempuan yang merasa telah gagal dan mengecewakan kedua orang tuanya, karena tidak lulus dalam ujian masuk ke Sekolah Menengah Pertama yang diimpikan oleh dirinya sejak dahulu. Matara merasa putus asa begitu juga dengan kedua orang tuanya yang tidak menyangka bahwa anak perempuannya tidak bisa masuk ke sekolah tersebut. Ibu dari merasa gagal, karena selama ini tidak benar-benar memperhatikan anak perempuannya itu, begitu juga dengan ayahnya yang hanya fokus pada pekerjaan. Namun dibalik itu semua, Matara beserta keluarganya pindah ke pulau Gapi yang jauh dari hingar bingar kemewahan, gedung-gedung tinggi, begitu juga dengan keinginan Matara yang semakin terkubur karena harus pindah ke pulau yang menjadi ikon istimewa dalam uang seribu rupiah negara Indonesia. 

Di pulau Gapi Matara bertemu banyak hal, secara tak sadar dia menelusuri apa yang disampaikan guru ngajinya setiap sore. Menyikap pusaka sejarah pulau Gapi, bertemu dengan kucing yang bisa berbicara, begitu juga dengan bangunan tua yang merupakan proyek pekerjaan ayahnya sendiri. Matara bingung namun juga merasa bangga karena dapat membantu untuk menyampaikan amanat besar dari sang penjaga pulau Gapi. 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar