Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PUISI TUHAN

Oleh : Ilman Mahbubillah


Haruskah hatimu tertusuk dengan cinta?
Pilihlah sesukamu, mau jarum atau belati tua
Sama saja, tuan. Ia tetap merah mengalir seperti arbei yang kita racuni berdua

Bagaimana? Apa asap itu masih menyala?
Maaf, ihwal itu tak seharusnya terkena pada sempurna dan indah tubuhmu 
Segala keburukan ini, apa benar itu yang kau cinta? Apa benar ini yang kau damba?

Lalu, dosamu pada semesta? Apakah neraka siap menyambutnya?
Atau harus surga yang terpaksa menyembunyikannya?
Entah, mungkin saja tempatmu bukanlah keduanya

Percuma mencintai sesuatu yang diamnya membunuhmu, kata mereka
Usah kau perdayakan hatimu dengan apa yang kau dengar baru saja
Tak juga perlu kau paksakan agar lingkarmu segera terisi duka dan lara

 Memang, keriput serta renta bukan masalah lebih atau kurang nya
Bahkan kau tak benar-benar tahu apa yang sebenarnya direbutkan Rama dan Rahwana
Tapi kau harus paham, tidak mudah mencintai segala gelapmu dengan menggenggam luka

Walau sebagai tebusannya kau persembahkan aku bianglala
Terlalu berat untukmu walau mengingat hari-harimu telah dipenuhi dengan warna
Masa muda yang dilalui dengan penuh cinta dan hingar bingar romansa fatamorgana

Tak harus merayu, apalagi peluh akibat berlututnya sembahmu;
Tertujulah tanganmu mencari jalan keluar melewati ribuan pintu
Akhirnya, tertuju engkau menyerah setelah sekian sesatmu pada damainya putihku
Dan aku, takluk serta terbenam dengan memeluk lukamu yang telah membiru 

Kembalilah, kunjungilah aku dengan seluruh keluh kesah dan sembah sujudmu
Dari Tuhan, untukmu yang senantiasa terbuai pilu dan ragu-ragu.

Source image: https://www.instagram.com/p/CK_yvBPhiNA/?igshid=1mopcxbzpbj63


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar