Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MATA DI MASA PANDEMI

Pinterest.id

Oleh: Ahmad Jaelani Yusri
Di masa pandemi, semua interaksi sosial dibatasi secara masif. Semua kegiatan yang bersifat kerumunan dan tatap muka ditiadakan, dalam hal ini adalah sektor pendidikan. Proses pendidikan di Indonesia  dilaksanakan secara virtual. Dari pembelajaran di ruangan menjadi pembelajaran via jaringan. 
Keadaan ini memaksa pelajar untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang sangat frontal dengan keadaan sebelumnya. Mereka dituntut untuk menguasai teknologi informasi agar dapat meneruskan kegiatan belajar mereka. Gawai pintar atau kerap kali disebut smartphone adalah media utama dalam praktek belajar secara online. Begitu pula Laptop dan sejenisnya.

Pola belajar yang berubah ini, tentunya mengubah kebiasaan pelajar. Yang tadinya belajar menggunakan media papan tulis, sekarang berpindah ke layar kaca. Sehingga hal itu membebani mata sebagai organ penglihatan yang menjadi garda terdepan dalam belajar online.   

Berikut adalah kebiasaan buruk yang harus sobat Nun hindari  untuk menjaga kesehatan mata:

Pertama, membaca Sambil Rebahan. Tak bisa dipungkiri bahwa dimasa pandemi ini, mau itu pelajar ataupun bukan pastinya sering menghabiskan waktunya dengan rebahan. Membaca sambil tiduran memang menyenangkan dan sangat santai. Namun, membaca dengan cara seperti itu membuat kita susah mengatur jarak mata yang baik dengan buku. Ini dapat menyebabkan mata pegal dan lelah, yang akhirnya bisa merusak mata. 

Kedua, menghabiskan Banyak Waktu di Depan Layar Gadget. Belajar online adalah belajar dengan menggunakan peranti gadget. Tentunya penggunaan gadget disitu menjadi wajib sebagai syarat belajar. Sama halnya dengan membaca dengan rebahan, hal ini juga membuat mata lelah dan kering. Selain itu, sinar biru dari layar gadget Anda juga dapat menyebabkan degenerasi makula di retina mata, yang jika diabaikan, akan berujung pada kebutaan. 

Pakailah  rumus 20-20-20 saat berinteraksi dengan gadget, yakni setiap 20 menit menatap layar gadget, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter), selama 20 detik. Anda juga dianjurkan sering berkedip untuk menjaga kelembapan mata. Gunakan juga pelindung layar yang dapat menghalau sinar biru dari gadget. 

Ketiga, lensa Kontak yang Tidak Bersih. Sebagian orang lebih suka menggunakan lensa kontak daripada kacamata. Tapi, sering kali  mereka lupa dan malas untuk menjaga kebersihan lensa kontak yang dipakai. Lensa kontak yang membuat mata iritasi serta mata merah.

Keempat, mengucek Mata. Mengucek mata terkadang kita lakukan tanpa sadar. Biasanya dilakukan  saat mata terasa gatal. Padahal mengucek mata dapat merusak lapisan kornea bahkan dapat merusak pembuluh darah hingga terjadi iritasi.

Kelima, membaca atau melihat gawai dengan cahaya yang redup. Perilaku ini dapat membuat mata lelah karena lensa mata kita dipaksa untuk menebal atau menepis serta pupil mata dipaksa mengembang. Jika ini terus menerus dilakukan, maka mata kita akan cepat rusak. Sebaliknya, jika membaca di bawah cahaya yang terlalu terang juga tidak baik karena dapat menyilaukan mata.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata adalah suatu keharusan bagi kita bersama. Karena mata adakah anugerah yang paling besar bagi manusia.

Sumber:
bobo.grid.id 
alodokter.com

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar