Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PENGOBATAN RUKIAH ALA ROSUL



Penulis: Ainu Habibi 

Kata rukiah mengalami pempitan makna, umumya masyarakat memahami rukiah sebatas terapi untuk mengusir ganguan jin. Tentu saja, anggapan ini kurang tepat. Sebab, rukiah yang diajarkan Rasulullah Saw. Tidak hanya sebatas mengusir jin, melainkan juga dapat dipergunakan sebagai terapi pengobatan ketika merasa sakit, baik secara fisik, psikis, atau bahkan terkena gangguan jin dan sihri.

Rukiah didefinisikan dengan arti bacaan untuk pengobatan syar’i (berdasarkan riwayat yang shahih, sesuai ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama’) guna melindungi diri dan mengobati orang sakit. Bacaan rukiah berupa ayat-ayat Al-qur’an dan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. 

Diriwayatkan oleh Al-Aswad, “Aku bertanya kepada Aisyah tentang merawat sengatan racun (gigitan ular atau sengatan kalajengking) dengan rukiah. Dia berkata, “Nabi mengizinkan pengobatan sengatan beracun dengan rukiah”. (HR. Bukhari) mungkinkah penyakit dengan rukiah akan sembuh? Tentu. Rukiah menggunakan ayat-ayat Allah serta doa yang bersumber dari Rasul-Nya. Bagaimana mungkin penyakit-penyakit, fisik, psikis, maupun ganguan jin, mampu melawan firman Allah Rabb bumi dan langit jika turun kegunung maka gunung tersebut akan porak-poranda. Tidak ada satu pun penyakit yang tidak ada solusi dan penyembuhannya. 

Allah Swt. Berfirman, 

قل هو للذ ين ءامنو هدى وشفاء

“Katakanlah, Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Fushilat: 44) 

يأيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين 

“Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)

وننزل من القرءان ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد إلا خسارا

“Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar/kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al- Isra’: 82)

Syekh Muhammad Al-Amin Asy-Syingkit rahimahullahu menafsirkan ayat di atas, “Ini adalah penawar/kesembuhan yang mencakup penawar hati dari penyakit-penyakitnya seperti ragu-ragu, kemunafikan, dan lain-lainnya. Dan juga mencakup penawar bagi penyakit badan jika dirukiah pada badan. Sebagaimana ditunjukkan pada kisah seorang laki-laki yang tersengat kalajengking kemudian dirukiah dengan Al-Ftihah. Kisah shahih dan masyhur. (Adwa’ul Bayan)

Bagi orang yang merukiah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang sakit serta membaca: 

بسم الله 

Bismillah tiga kali, lalu mengucapkan doa:

أعو ذ با لله و قدرته من شر ما أ جد وأحاذر 

“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti”. 

Doa tersebut dibaca sebanyak tujuh kali. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Muslim dalam Shahihnya, dari Utsman bin Abil Ash diceritakan bahwa ia pernah datang menemui Rasulullah menceritakan sakit yang dideritanya di bagian tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Maka Nabi Saw. Bersabda, “letakkan tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkan bismillah tiga kali, ucapkanlah doa berikut sebanyak tiga kali. Apabila rasa sakit pada seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah yang sakit dengan keduanya. Bila penyakit pada salah satu bagian saja, kepala, kaki, tangan, bacakan pada tempat tersebut saja. 

Ayat-ayat rukiah:

QS. Al-Ftihah: 1-7, Al- Baqarah: 1-6, Al- Baqarah: 102, Al- Baqarah: 163-164, Al- Baqarah: 255, Al- Baqarah: 285-286, Al-Imran: 18-19, Al-A’raf: 54-56, Al-A’raf: 117-122, Yunus: 81-82, Thaaha: 69, Al-Mu’minun: 115-118, Ash-Shaffat: 1-10, Al-Ahqaf: 29-32, Ar-Rahman: 29-32, Al-Hasyr: 21-24, Al-Jinn: 1-9, Al-Ikhlas: 1-4, Al-Falaq: 1-5, An-Naas: 1-6.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar