Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENYIKAPI PESONA BARAT

 

https://pin.it/5UsUfQj

 Oleh: Hariski Romadona

Akhir-akhir ini banyak orang yang membanding bandingkan budaya kehidupan di timur dan barat, merekaberpandangan kehidupan di barat lebih islami daripada orang yang mengaku Islam sendiri hanya saja mereka tidak melakukan rukun Islam, bahkan kalimat seperti ini pernah diungkapkan oleh tokoh pembaharuan Islam berkebangsaan Mesir Muhammad Abduh, saat berkunjung ke Eropa. Ia mengatakan bahwa disana ada Islam tanpa orang Islam sedang di Mesir banyak orang islamtapi tanpa Islam.

Menyikapi itu, penulis mencoba menguraikan bagaimana kita menyikapi sebuah sistem di sebuah negara maju di mana kita sering terpesona dengan beberapa hal yang positif tetapi secara total melupakan sisi yang lainnya. Ketika kita hidup pada masyarakat Indonesia, dimana penyakit korupsi merajalela, kehidupan yang serba semrawut dimana kebersihan kurang terjaga dengan baik, dan hal negatif lainnya, lalu kita melihat atau merasakan hidup pada sebuah negara maju yang kondisinya bertolak belakang inilah yang perlu dipertanyakan lagi.

 

Marilah kita berfikir secara objektif dan rasional. Dalam memandang sebuah sistem, harus dibedakan antara ide dari sebuah sistem dan pelaku dari sistem tersebut titik untuk mencari ide sosialis kita tidak bisa mempelajari perilaku seorang Karl Marx, tetapi harus dipelajari ide dari sosialisme itu sendiri, Karena bila kita mempelajari perilaku dari KarlMarx maka akan terjadi bias dalam mempelajari ide tersebut.

Begitu juga dengan bagaimana kita menyikapi hal yang saya kemukakan di depan titik mulai dari sifat-sifat jujur, kebersihan dan nilai-nilai positif lainnya adalah nilai-nilai universal dimana agama lain pun mengajarkan sifat-sifat tersebut. Maka ketika kita melihat individu non muslim melakukan sifat-sifat tersebut kemudian kita mengatakan bahwa itu islami, jika individu bukan muslim mendengar klaim tersebut dapat dipastikan individu tersebut tidak menerima, karena nilai tersebut tidak hanya dimiliki oleh Islam, mereka pun berhak mengklaim nilai tersebut berasal dari agamanya. Begitu juga kita tidak bisa mengatakan bahwa agama lain lebih jujur atau lebih bersih, hanya dikarenakan individu yang beragama Islam tidak melaksanakan sifat-sifat tersebutseharusnyalah bila kita memandang sebuah sistem secara menyeluruh, tidak hanya sebagian atau per kasus saja, Ini baru dikatakan objektif.

Sebagai contohadalah setiap hari kita bisa mendengar dan melihat bagaimana sibuknya pemerintah ini untuk menangani masalah yang dihadapi masyarakatnya yang berkaitan dengan alkohol dan perjudian. tetapi di sisi lain perekonomian di negara ini salah satunya ditopang oleh hasil penjualan minuman keras dan perjudian, maka dengan gamblang kita bisa melihat satu tindakan yang bertentangan, di mana di satu sisi ingin memperbaiki masyarakatnya untuk tidak kecanduan alkohol dan judi di sisi lainnya melegalkan kegiatan tersebut karena mengandung manfaat bagi pemerintah.

Bedakan dengan Islam yang jelas-jelas mengharamkan segala bentuk kegiatan tersebut baik pemakai maupun penjualnya, meskipun ada sisi manfaat lain dalam kegiatan tersebut jadi solusi Islam lebih jelas dan tidak berbelit kemudian kita juga dapat melihat dengan gamblang bahwa kegiatan pelacuran ditawarkan dari rumah ke rumah tanpa malu-malu lagi melalui iklan di koran dan televisi. Apakah semua ini dapat kita katakan lebih islami hanya dengan melihat beberapa fakta bahwa korupsi di negeri barat ini lebih sedikit dibandingkan negeri kita yang mayoritas penduduknya muslim yang tidak menerapkan ajaran ajaran Islam? Ataupun fakta-fakta kecil lainnya yang telah disebutkan diatas? Jawabannya ada pada hati nurani anda sekalian.

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar