Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENGUATKAN DIANTARA DUA PILIHAN


Oleh : Siti Khoirun Niswah

Setelah lulus kuliah apa yang harus dilakukan? pasti selalu terbenak di hati para mahasiswa semester akhir. Iya nggak? Sebelumnya saya pernah mengungkapkan hal serupa lewat tulisan tentang perempuan berpendidikan tinggi akan susah mencari suami. Lalu mana yang akan didahulukan, menikah dulu setelah lulus, ataukah melanjutkan kuliah setelah lulus? Pasti bertanya-tanya pada diri sendiri bukan? Kalau ditanya nikah dulu, atau kuliah lagi, jawabannya sederhana, kalau versi saya, apa yang ada di depan mata, maka itu yang saya jalani. Hehe

Membicarakan jalan hidup terkadang tidak ada habisnya, setiap hari selalu ada dan bahkan bertambah. Seolah semua serba misterius. Dianggap misterius karena kehidupan sudah ada yang mengatur, hanya manusia yang perlu menyadari bagaimana cara bersikap. Jalan hidup manusia memang berbeda-beda. Ada yang setelah lulus mendapat pekerjaan yang layak, ada juga setelah lulus langsung menikah, selain itu ada juga yang dimudahkan dalam melanjutkan kuliah lagi.

Tak sedikit para mahasiswi yang merasakan keresahan tentang dua hal yang harus dijalani. Sebenarnya sederhana saja, menurut versi penulis untuk menentukan dua hal tersebut. Pertama, kesempatan, dalam setiap kesempatan tentunya juga harus diiringi dengan niat yang baik. Dalam hal ini harus diiringi dengan tetap meminta petunjuk kepada Sang Pencipta. Banyak yang bilang kesempatan tidak datang dua kali. Tetapi menurut penulis, kesempatan selalu datang kepada seseorang yang mau berusaha dan berdoa. Semisal, keinginan setelah lulus kuliah adalah menikah. Namun kenyataannya belum ada calon yang pasti untuk dijadikan pendamping. Berarti hal itu ada kesempatan untuk mencari hal lain yang perlu dikerjakan. Misalnya melanjutkan kuliah lagi atau bekerja dalam bidang yang diinginkan. Dalam hal ini, manusia selalu diuji dalam hal memahami letak kesempatan, atau mungkin sebaliknya. Berjuang ingin melanjutkan kuliah, namun jodoh sudah di depan mata, berarti itu kesempatan yang Tuhan berikan kepada manusia yang mungkin ada yang direncanakan oleh-Nya.

Kedua, melihat kemampuan. Hal lain yang tak kalah pentingnya ialah soal kemampuan. Kemampuan diri menjadi renungan tersendiri bagi seseorang. Terkadang urusan menikah dengan urusan melanjutkan study, berhubungan dengan konsekuensi yang akan diterima oleh seseorang. Setelah menikah apa konsekuensinya, dan setelah kuliah apa konsekuensinya? Dalam hal ini, penulis setuju jika harus mempertimbangkan kemampuan. Karena masyarakat pasti akan menilai seseorang dari tingkat pendidikan yang ditempuh. Menikah pun juga keputusan besar yang harus dipertimbangkan dan dipertanggung jawabkan. Karena setelah menikah pasti kehidupan berbeda dari sebelumnya. Tetapi dalam hal ini, sebagai umat muslim, tetap yang pertama adalah memohon pertolongan kepada Allah untuk dapat ditunjukkan jalan kebaikan dengan cara istikhoroh.

Ketiga, keinginan. Jika kesempatan sudah ada, kemampuan juga sudah matang, maka yang terakhir adalah keinginan. Keinginan bertanda hati seseorang telah cukup mantap untuk mengambil keputusan, entah akan menikah ataukah melanjutkan belajar. Jangan sampai menikah ataupun melanjutkan study hanya karena mengikuti teman. Karena teman banyak yang sudah menikah, akhirnya menginginkan untuk menikah padahal dalam hati masih menginginkan untuk melanjutkan kuliah. Atau sebaliknya, sudah ada yang melamar, namun karena ingin mendapatkan pujian karena berpendidikan tinggi akan lebih dihargai, maka memilih kuliah walaupun sudah ada calon padangan hidup yang siap mendampingi di pelaminan. Sederhana, tapi butuh perenungan. Selain melakukan hal-hal tersebut, tak kalah pentingnya adalah selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebab setiap hal yang kita jalani, skenarionya adalah Tuhan, Allah sang Maha Penguasa.

 

 Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar