Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENEROPONG (M)ASA DEPAN

https://www.wallpaperbetter.com/id/search?q=teropong


Oleh: Bagus Isnu H

Gerbong dunia sesungguhnya sudah mulai terbuka sedikit demi sedikit, ingin atau tidak semua akan melintasi. Cara yang terbaik untuk melintasi dengan benar ialah dengan persiapan di seiring berjalannya waktu guna menyongsong yang akan datang. Setiap kita memiliki haluan yang berbeda dan dengan tujuan yang berbeda pula, wajar jika selalu bersebrangan. Masa depan akan selalu asik dijadikan dalam perbincangan, entah dari kalangan apapun itu, seolah semua WAJIB membicarakan dan merencanakannya!

Mengingat masa kecil kita, dimana orang tua selalu menanyakan “mau jadi apa besok?” dengan pancingan pertanyaan seperti itu sontak kami berkata sesuai keinginan, ada yang ingin menjadi dokter, tentara, guru dan lain sebagainya. Mengingatnya hal itu sungguh mengharukan, ya setidaknya kita teringatkan kembali dimasa penuh keriangan itu. Akan tetapi suasana hidup di usia yang cukup dewasa tak pantas jika hanya berandai-andai dan hanya penuh bayangan, sudah waktunya di fase remaja membuat gerak langkah yang lebih. Melangkah untuk membawa ke arah yang cerah seusai melewati fase yang keriangan.

Sangat mafhum bagi kita sebagai remaja akan tetapi mengapa cobaan, kepekahan, derita yang ada ini tak kunjung usai. Kemalasan membelenggu, gagasan yang buntu, langkah yang masih kaku, mulut yang masih membeku belum ada sebuah gerakan yang masif untuk satu langkah lebih maju. Ironi niatnya sudah tertanam tapi lebih mendalam sebuah kemalasan. Peluang dimasa depan tidak terlalu lebar, semua dari satu hingga seribu saling berebut. Siapa yang cepat dia yang dapat, siapa yang bersungguh dia yang akan mengunduh. 

Pemuda menjadi agen the power of change bagi sebuah bangsa, jika itu yang terjadi maka lebih ke arah manakah bangsa ini akan berlabuh? Kehancuran atau Kemakmuran. Tidak cerita senang-senang dari para pejuang bangsa dulu, sedari muda mereka sudah rela berkorban segalanya untuk bangsa, akan menjadi aneh jika pemuda yang memiliki teropong yang jauh tapi tidak berfungsi sebagaimana yang dicontohkan oleh para pejuang bangsa. Dari semua sumbangsih yang pernah ada akan tetap berdampak dan manfaat bagi kalangan, jika dari pemuda saja mampu membawakan sebuah gagasan yang cemerlang, maka nasib kita semua akan lebih baik dari yang kemarin.

Satu langkah kedepan untuk memulai, dua langkah lagi kedepan untuk berproses dan tiga langkah lagi, setiap dari langkah akan menemukan arah kemujuran. Tak jarang pemuda berani mencoba sebab disinyalir oleh rasa yang kurang percaya diri, omongan orang yang menjatuhkan bahkan membuat terpuruk, tapi apa hanya sebatas itu kekuatan mental seorang pemuda? Jika dianalisa dapat dipastikan bahwa setiap pasti akan melewati fase tersebut, dan alangkah mujurnya mereka tidak menarik kesimpulan ke arah yang gelap tapi membawa ke arah yang gemilang. Dan semuanya bisa dan sampai!

Lupakan sebuah penyesalan, abaikan dari berbagai macam nyinyiran, lewati dan isi dari setiap hambatan. Masa depan memang begitu banyak tantangan, tapi tidak harus dijadikan hambatan. Nilai “perjuangan” sungguh mahal dibanding dibandingkan makan hasil kerja orang lain. Derai keringat akan menjadi saksi atas perjuangan dan jadikan dari nyinyiran ke sebuah motivasi yang akan memotorimu untuk terus berjalan. Sudahi hal yang mendholimi dirimu, ambil yang banyak manfaatnya sudah waktunya bagi seorang oemida untuk mengambil peran bagi bangsa ini. Siapkan mental dan marilah untuk melangkah mengambil bagian untuk membawa kemujuran pada bangsa dan masyarakat negeri ini.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar