Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

MENDEKAP DALAM DEKAPAN

gambarlucugif.xyz

Oleh: Dihyat Haniful Fawad

“Bersyukur merupakan kata kerja yang sangat berat dilakukan. Terkadang kita jarang sekali bersyukur terhadap nikmat Allah SWT. yang diberikan kepada kita semua. Sekalinya tertimpa musibah, kita malah mengeluh bahkan marah karena tidak ridha. Allah SWT. mengirimkan ujian atau cobaan kepada kita agar kita mengingat kembali kepada Allah SWT, karena Dia rindu dengan kita yang sudah lama tidak mengucapkan ‘Terimakasih’ kepada-Nya. But, haruskan Allah SWT. mengirimkan cobaan terlebih dahulu agar kita mengingat-Nya kembali?”

2 minggu yang lalu adalah hari di mana kita mendekap layaknya narapidana di balik jeruji besi, isolasi mandiri. Kita membutuhkan support dari orang-orang baik yang berada di sekeliling kita. Bukan perihal hanya ingin diberi makan ataupun minum untuk keseharian selama pendekapan, melainkan yang terpenting diberi semangat dan motivasi untuk tetap menjalani musibah ini dengan lapang dada dari mata yang tulus dan ikhlas. Kita yakin, bahwa Allah SWT tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya sehingga ia tidak mampu menjalani cobaan tersebut, Allah SWT pasti memberi cobaan kepada hamba-Nya sesuai kemampuan mereka.

Hingga pada akhirnya, kita bisa bangkit kembali untuk beraktifitas seperti sedia kala. Rasa syukur terus terucap dari lisan kita, tanpa ada paksaan yang tertanam dalam benak kita. Karena guru-guru kita selalu mengajarkan kepada kita bagaimana kita bijaksana dalam bersyukur, tidak hanya dari lisan, tapi juga dari perbuatan. Banyak sekali motivasi dari para guru untuk kita jalankan hingga kita lupa bagaimana kita mengingat kembali perkataan-perkataan tersebut karena sudah meresap dalam hati dan pikiran.

Kita sempat berpikir, mengapa dulu kita menangis ketika kita diharuskan untuk isolasi mandiri. Sekarang kita menyadari, ada hikmah dibalik semua itu. Orang-orang baik berdatangan mengulurkan bantuan apapun yang mereka punya untuk kita, para santri Darun Nun. Dulu, kita takut jika masyarakat tidak lagi menerima kita karena adanya musibah ini yang meresahkan dan membuat khawatir para masyarakat. Akan tetapi, semua itu tidak membuat kita bersedih, kita selalu menerapkan positive thinking. Mungkin saja ada yang demikian, tetapi ada juga yang selalu membela dan me-support kita, seperti Abi, Ummah, Para Guru, dan orang-orang baik selalu mendo’akan keadaan para santrinya dan memastikan kita baik-baik saja.

Selalu berpikiran baik adalah cara kita menumbuhkan imunitas. Dengan begitu, kita tetap merasa bahagia dalam kondisi apapun, membuat kita merasa lebih percaya diri, dan memiliki kesehatan yang lebih baik. Itu semua memang kita butuhkan, meskipun tidak mudah untuk bersikap demikian. Ada saja pikiran kita yang menghalangi seperti kesedihan akan musibah yang kita hadapi. Akan tetapi, itu hanyalah sugesti kita saja yang membuat kita down kembali, dan kita harus menguatkan kembali sikap positive thinking sebagai penangkal segala kesedihan bahkan trauma.

Terima kasih kepada seluruh orang yang selalu mempedulikan kita, yang selalu mendo’akan kita, dan menyemangati kita untuk berusaha melewati semua ini. Dan juga permintaan maaf dari kita dengan sangat jika kita selalu merepotkan, membuat khawatir dan meresahkan panjenengan sedoyo. Harapan kita, semoga do’a yang panjenengan berikan untuk kita juga berbalik ke panjenengan, karena kami yakin do’a yang baik pasti akan berbalik kepada orang yang berdo’a. Dan semoga segala kebaikan yang panjenengan berikan kepada kita membawa berkah dalam kehidupan panjenengan dunia dan akhirat.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

1 komentar:

  1. Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.... Mabruk fawad...

    BalasHapus