Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KITA BISA MELEWATI SEMUA INI

Oleh: Dihyat Haniful Fawad

Tahun 2020 adalah tahun di mana Indonesia mendadak panik, takut, dan gundah. Covid-19 ialah penyebabnya. Tiada hentinya wabah tersebut melanda Indonesia sedikit demi sedikit. Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penyebaran wabah tersebut, akan tetapi semua itu tidak mudah untuk dijalankan. Sampailah kepada tahap tawakal kepada Allah yang Maha Kuasa. Atas kehendak-Nya, wabah tersebut berhenti atau sebaliknya.

Masuk ke tahun 2021, Indonesia merasa tercekam. Begitu banyak peristiwa yang dialami oleh Indonesia. Wafatnya para ‘alim ‘ulama Indonesia, jatuhnya pesawat, banjir bandang, bahkan gempa bumi menjadikan Indonesia sakit. Akan tetapi, Indonesia tak pernah gentar menghadapi semua ini. Indonesia tetap berusaha mencari solusi terbaik untuk kelangsungan hidup masyarakatnya. Indonesia mampu melewati semua ini.

Tahun 2021 adalah tahun di mana seluruh masyarakat Indonesia menginginkan kenyamanan dan ketentraman. Kita yakin bahwa musibah itu bisa datang kapan saja dan di mana saja. Sebagai umat manusia yang ingin merasakan kenyamanan dan ketentraman kembali, harus tetap berpikir positif terhadap apapun, saling men-support terhadap sesama, khususnya saudara kita yang dilanda musibah yang tak lain datangnya hanya dari Allah ‘Azza Wa Jalla.

Musibah merupakan takdir atau ketetapan dari Allah SWT. yang mana hal tersebut tidak dapat kita hindari. Syekh Muhammad Nawawi bin Umar menjelaskan dalam kitab Qomi’ Thugyan karangan Imam Al-‘Allamah Zainuddin Ahmad Asy-Syafi’i Al-Kausyani Al-Malibari dalam syu’bah ke-enam dan ke-tujuh bahwasanya diharuskan bagi seluruh umat manusia ridho atau ikhlas atas segala sesuatu yang datangnya dari Allah termasuk musibah contohnya yang termasuk dalam qodar Allah SWT. Tinggal kita sebagai manusia bagaimana cara menyikapi hal tersebut jika itu terjadi dan menimpa kita. Apakah dalam hati kita mengeluh untuk tak ridha tertimpa musibah atau mengeluh untuk memantapkan hati bahwa di balik semua kejadian pasti ada hikmahnya?

Mungkin seringkali kita menginginkan sesuatu yang menurut kita baik, akan tetapi ternyata sesuatu tersebut tidak datang kepada kita, melainkan sesuatu hal lain yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Ya, itu semua sudah Allah atur dengan sebaik-baiknya. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena segala sesuatu yang didasari dengan keinginan, maka hal tersebut hanyalah nafsu belaka. Memang manusia diciptakan memiliki hawa nafsu, akan tetapi manusia juga dituntut untuk bijak dalam mengendalikan hawa nafsu tersebut, tidak sembarang.

Teruntuk kita, umat manusia umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya, jangan pernah berhenti ketika kita merasa putus asa atau tidak ada gunanya lagi di dunia ini, karena apa yang kita miliki dan kita inginkan semuanya telah sirna, itu semua hanyalah titipan duniawi yang seharusnya kita jadikan ukhrowi. Bagaimana caranya? Caranya adalah jangan sampai kita menaruh dunia pada hati kita sendiri. Ya, betul sekali. Jika dunia sudah di hati, maka kita termasuk orang yang fanatik, orang yang cinta dunia. Kalimat Bismillahirrahmanirrahim akan menjadikan segala urusan yang ada di dunia akan menjadi urusan akhirat. Poinnya adalah kita harus banyak-banyak mengingat Allah SWT. dan bersyukur kepada-Nya, karena dengan melafadzkan kalimat tersebut, itu berarti kita sudah mengingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Bersyukur merupakan kata kerja yang sangat berat dilakukan. Terkadang kita jarang sekali bersyukur terhadap nikmat Allah SWT. yang diberikan kepada kita semua. Sekalinya tertimpa musibah, kita malah mengeluh bahkan marah karena tidak ridha. Allah SWT. mengirimkan ujian atau cobaan kepada kita agar kita mengingat kembali kepada Allah SWT, karena Dia rindu dengan kita yang sudah lama tidak mengucapkan ‘Terimakasih’ kepada-Nya. But, haruskan Allah SWT. mengirimkan cobaan terlebih dahulu agar kita mengingat-Nya kembali?

 

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar