Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HAYAWUN NATIQ


Oleh: Mutiara Rizqy Amalia

 

Akankah menghilang dari muka bumi

Tanpa bekas jejak alas sedikit pun yang mengecap

Lalu pergi meninggalkan tanah tandus yang bermandikan pasir

Berhenti sejenak bersandar di bawah pohon kurma

Mengecup air yang keluar dari tanah kering di sumur

Menghela nafas

Lantas menatap kelapangan langit yang begitu luas

Menggapainya dalam bayangan tangan yang terpantul dari terik surya

Menyengat tanpa permisi dan sopan santun

Kulit terbakar menghitam begitu saja

Bermandikan keringat yang tak mengenal secarik kain

Lari meninggalkan tempat pengistirahatan

Menyusur air dalam kering tandus

Yahhh...

Tetiba malam menjemput dengan suka cita

Purnama sudah jatuh di kelopak mata

Sinarnya menenangkan

Jatuh tersungkur lalu terlentang

Memandang ribuan bintang yang sedang bercakap

Sunyi senyap hening sepi

Hanya berteman dengan udara yang hangat

Berpangku teduh sambil menyangga keridhoan

Saling menerbangkan asa yang tak terlihat di antariksa

Jika ingin leluasa seluas samudera

Menyelam dan tenggelam di buih lautan karang terdalam adalah hal yang elok

Namun kehidupan yang serawung dengan akal lebih baik

Dengan akal menjadi pribadi yang berpikir

Merenung mengagumi keindahan ciptaan yang tak bisa teruraikan dengan banyak kata

Yang menjadi hayawan natiq

Yakni manusia, hewan yang berpikir



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar