Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HADAPI HIDUP INI APA ADANYA!



Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah 

Keadaan di dunia ini penuh kenikmatan, seakan banyak pilihan, penuh rupa, dan warna-warna menghiasinya. Namun, semua itu bercampur baur dengan gejolak kecemasan serta kesulitan hidup yang selalu menyertai insan. Jiwa raga ini pun tidak bisa mengelak akan saatnya masa-masa sulit itu menerjang. Justru dari sinilah manusia itu diuji keimanannya oleh sang maha kuasa.

Pada kenyataannya mungkin kita tidak akan pernah menjumpai seorang ayah , istri, teman, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan di mana di dalamnya tidak ada sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, terkadang justru di setiap hal itulah terdapat sesuatu yang buruk dan tidak kita sukai. Oleh karena itu, jika ingin selamat dari ganasnya keburukan yang ditimbulkan, maka segera gantilah hal itu dengan kebaikan-kebaikan yang ada di dalamnya. 

Mari kita renungkan bersama, bahwa Allah SWT menghendaki dunia ini menjadi tempat bertemunya dua hal yang saling berlawanan, atau dua jenis yang bertolak belakang, dua kubu yang saling berseberangan, dan dua pendapat yang tak jarang pula berbenturan. Yakni , yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan, kebahagian dengan kesedihan. Kemudian setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan dan kebahagiaan itu di surga. Adapun sebaliknya, yang buruk , kerusakan serta kesedihan akan dikumpulkan di neraka.
 
Maka, jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan, juga jangan pernah menerawang ke alam imajinasi tanpa batasan logika. Hadapi kehidupan ini apa adanya, dengan logika dan usaha yang maksimal. Kendalikan jiwamu untuk dapat menerima dan menikmatinya! Bagaimanapun, tidak mungkin semua teman itu tulus denganmu dan semua perkara akan sempurna dalam pandanganmu, karena itu mungkin bersifat relatif bagi seorang insan. Sejatinya ketulusan itu ada pada hati masing-masing dengan Tuhan-Nya, dan segala kesempurnaan ada pada-Nya. 
 
Di sebuah riwayat, juga disebutkan ”Janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah (istrinya), sebab jika dia tidak suka pada salah satu kebiasaannya maka dia bisa menerima kebiasaannya yang lain.”
 
Begitulah pandangan Islam mengajarkan kepada manusia, agar dalam menilai seseorang tidak hanya dari satu segi yang ada pada dirinya, melainkan melihat pada sisi kebaikan lain yang pernah dilakukannya. Ketika menghadapi seseorang pun, perlu difahami bagaimana karakternya, minimal jika itu orang asing, tunjukkan akhlak terbaikmu dalam menghadapi seseorang asalkan itu tidak mengancam keselamatan. 
 
Dari ilustrasi tersebut menjadi sebuah alarm bagi manusia, bahwa sebaiknya kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan dan berdamai kembali, melangkah pada hal-hal yang mudah dilakukan, meninggalkan hal-hal yang menyulitkan, menutup mata dari beberapa hal untuk saat-saat tertentu, dan mengesampingkan berbagai hal yang mengganggu. Waallahu a’lamu bisshowab.

Sumber: Dr. ‘Aidh al-Qarni, 2004, La Tahzan Jangan Bersedih!, Jakarta: Qisthi Press, 31-32.




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar