Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BE BETTER

 Oleh : Inayatul Maghfiroh

 

https://www.google.com/search?q=gambar+jalan+dan+pohon&safe=strict&sxsrf=ALeKk00NjItwJZ6AQmGzaEyY8P0H__1Nrg:1612412759635&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=erqr2qJof4QNjM%252C9htyeaHXlC-wmM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kScVIpPHR6zn69ad4_KtQyyfxWajQ&sa=X&ved=2ahUKEwiYtZPOsc_uAhUDzoUKHQ52BYMQ9QF6BAgNEAE&biw=1366&bih=657#imgrc=erqr2qJof4QNjM

Pergantian tahun kerap kali diidentikkan dengan kata “revolusi, revolusi sendiri memiliki makna berubah, tepatnya perubahan yang butuh perkembangan atau perubahan yang dilakukan secara berangsung-angsur yang artinya membutuhkan proses dalam mewujudkannya. Sejauh ini, makna yang ditangkap penulis  revolusi yang kerap kali disampaikaan saat pergantiantahun, yaitu bagaimana setiap orang merencanakan perubahan-perubahan lebih baikpada tahun selanjutnya. Baik dengan cara merencanakan hal-hal baru atau memperbaiki rencana sebelumnya yang belum maksimal. Siapapun itu, semoga Allah mudahkan urusan-urusannya beserta keberkahan didalamnya.

Berbincang tentang revolusi setiap orang pasti ingin berubah, tentunya berubah lebih baik. Karena orang yang beruntung adalah orang yangharinya lebih baik dari hari sebelumnya, demikian yang seringkali kita tahu.  Sebagai seorang yang sedang berada pada fase disebut pemuda, terkesan aneh untuk bila tidak berkarya, demikian yang pernah penulis dengar dari orang tua, tuntutan yang menguntungkan bukan. Dengan itu, semoga ditahun 2021 bisa menciptakan karya yang diharapkan orang tua penulis, yaitu meciptakan buku ke dua yang bisa dibaca secara umum, karena buku sebelumnya memang dikhususkan untuk orang tua saja. 

Selain itu, karena pemahaman tentang ilmu agama (dalam arti seperti ilmu fiqih dan beberapa yang dikaji di pesantren) masih kurang, harus kiranya penulis berusaha lebih maksimal fokus untuk belajar mendalami ilmu-ilmu tersebut, semoga Allah beri kemudahan. Dan yang pasti ditahun ini, tepatnya
Untuk mewujudkan hal-hal tersebut pada bulan kategori awal penulis bisa menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Sudah tentu harus punya tekad untuk senantiasa fokus dan berkonsisten dalam kekuatan terbesar seorang hamba. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah, mewujudkannya, agar bisa tercapai apa-apa yang dicita-citakan. Juga do’a sebagai diberikan nikmat iman islam.

Oh ya ini menyimpang sedikit dari pembahasan, ingin berbagi saja penulis biasanya dalam keluarga kalau mau sholat jama’ah sebelum niat sholat baca “ ilaahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi, a’thinii mahabbataka wa ma’rifatak”  bisa dicoba dan diresapi maknanya, In Syaa Allah akan semakin menikmati ketika sholat. Kemudian ketika selesai sholat tepat setelah salam kedua bagi yang melakukannya, baca “ Alhamdulillahi robbi’alaamiin,  lahaula wa la quwwata illa billahi’aliyyiladzim” sambil bersyukur atas nikmat kesempatan sholat dan hanya karena kuasa Allah kita bisa melakukan. Semoga bermanfaat, lanjut ya.

Selain berbicara tentang rencana-rencana ke depan, penting kiranya mempelajari apa apa yang sudah berlalu. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari hal-hal yang telah berlalu, pada setiap hari-hari kita kerap kali dihiasi dengan berbagai hal ada kesedihan ada kegembiraan , yang silih berganti kedatangannya,  menguji setiap manusia pada guna iman dan akalnya. Bagaimana manusia seharusnya bersikap atas apapun pemberian Allah , bagaimana manusia berusaha untuk berhusnudzon pada setiap takdir-takdirNya, bagaimana manusia berjuang menjadi yang baik dihadapanNya, hingga bagaiamana manusia menikmati interaksi bersama Sang Penciptanya, yang pada akhirnya  menyadari bahwasanya ketika kita sebagai manusia  berjuang bukan lagi untuk mengetahui seberapa hebat kita mencapai tujuan, tapi untuk menikmati seberapa nikmatnya memohon pertolongan kepada-Nya, karena pada hakikatnya kita memang tidak mempunyai daya apapun selain atas kuasa Allah. Untuk hal ini penulis hanya ingin menyampaikan bahwasannya ““kepada alam semesta dengan berbagai peristiwanya, terimakasih telah menjadi wasilah untuk menikmati kasih sayang Sang Pencipta, melalui hikmah-hikmah yang terkandung dalam setiap penciptaanNya”. Alhamdulillah 

 

 Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar