Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TETESAN KENANGAN DAN AIR HUJAN


Dok Pribadi

Oleh Fitriatul Wilianti 


Guyuran hujan kembali membasahi tanah

Walaupun tanah sudah berlumpur dan tidak butuh hujan lagi

Tetapi tidak bagi yang lain

Hujan merupakan Rahmat

Bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan

 

Kita kadang menggerutu karena hujan yang keseringan

Tapi, masih ada orang lain yang bersemangat karena turun hujan

Bisa karena tanaman mereka membutuhkannya

Atau mereka sendiri yang suka akan tetesannya

Entah menambah alunan nada karena terkena genteng

Atau karena mampu membantunya tertidur lelap

 

Bagi setiap orang

Hujan itu punya nilai sendiri-sendiri

Ada yang sangat menyukainya karena kebutuhan

Tetapi ada juga yang menggerutu karena halaman mereka dibanjiri lumpur dan air hujan

Isi rumah basah kuyup

Sehingga memunculkan emosi dan membenci tetesan hujan yang berkepanjangan

 

Hujan juga menjadi penghalang semua kegiatan

Keluar rumah menjadi malas karena hujan

Apapun terhalang karena tidak ingin kedinginan

Kegiatan tertunda karena berisiknya suara hujan

Semua bermalasan karena hujan menjadi penghalang

 

Tetapi hujan kadang menjadi romantis bagi sebagian orang

Salah satu novel tere liye yang terkenal berujudul hujan

Penulis lain menyebut hujan sebagai kenangan

Dan banyak orang yang setuju dengan itu

Hujan adalah 1% air dan 99% kenangan

Kata-kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita

Hujan menjadi rasa rindu yang muncul dan sebagai kenangan yang tertinggal

 

Untuk aku jangan terlalu memuja hujan karena bagian dari kenanganmu

Tetapi juga jangan menggerutu karena hujan mengganggu aktifitasmu

Nikmatilah hujan

Karena karunia terbaik dari tuhan, salah satunya adalah hujan.

Bima, 5 Desember 2020

 

  









Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar