Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KOTAKU DAN KESIBUKANNYA Nur Sholikhah



Nur Sholikhah

Sabtu pagi, kotaku ramai dengan orang-orang yang pergi ke taman. Berolahraga, menghirup udara di antara pohon dan bunga-bunga, bercanda, bermain, atau hanya sekadar duduk di bangku atau gazebo yang teduh.

Sabtu pagi, kotaku ramai dengan orang-orang yang pergi ke pasar. Mereka berbelanja, menawar harga, memilah barang, atau hanya sekadar jalan-jalan mengisi waktu di akhir pekan.

Sabtu siang, kotaku ramai dengan orang-orang yang pergi ke mall. Mereka berbelanja, membeli baju, sepatu, make up, atau barang-barang kebutuhan lainnya. Mereka menghibur diri, makan bersama, menghabiskan akhir pekan.

Sabtu malam, kotaku ramai dengan orang-orang yang pergi ke tempat makan, ke tempat hiburan juga kafe-kafe pinggir jalan. Mereka menatap lampu warna-warni yang menyemburat, jalanan yang padat sambil menyesap dingin yang dibawa angin malam tanpa syarat.

Hiruk pikuk kota tak pernah berhenti, berdenyut sepanjang malam dan pagi. Tak ada kata lelah, tak ada kata menyerah. Setiap orang berjuang pada jalannya sendiri-sendiri. Hari Senin sampai Jum'at membanting tulang, memeras pikiran, menguras perasaan. Hari Sabtu dan Minggu waktu luang untuk bersenang-senang, menghibur diri, memompa semangat untuk menyambut hari Senin yang jarang dinanti.

Orang-orang seperti dikejar waktu. Pekerjaan tak henti-hentinya datang membayang. Senin usai, datanglah Selasa dengan tugas-tugas barunya. Terkadang semua terasa seperti hanya lewat saja. Pagi lewat, siang lewat, dan malam hanya tinggal menikmati rasa lelah dan penat.

Suatu saat atau bahkan mungkin sekarang, tiba-tiba akan ada yang merasa sudah terlalu tua. Waktu muda terasa cepat habis oleh bisnis, cepat lewat oleh target. Yang merasa lelah, waktu luang menjadi sangat berharga. Penyesalan datang menjelma. Orang-orang di sekitar menjadi cepat berubah. Tiba-tiba anak-anak sudah berumah tangga, cucu-cucu bersekolah, atau bahkan mungkin pasangan telah tiada. 

Orang-orang yang bekerja dengan bahagia bisa jadi merasa puas. Waktu kerja tidak terlalu banyak merenggut waktu luangnya. Ia masih bisa menikmati matahari pagi, memandang senja, melihat langit malam yang hitam dengan hiasan bintang-bintangnya.

Kotaku dan kesibukannya, kotaku dan berbagai macam perasaan para penghuninya. Lampu-lampu yang tak pernah padam, gedung-gedung yang tak pernah gelap gulita, jalan raya yang selalu ramai dengan kendaraan bermotornya, pusat perbelanjaan dengan segala macam barang dagangannya. Semoga kotaku masih bisa menikmati setiap waktu yang berlalu, menyelami setiap perubahan-perubahan kecil, dan mengamati awan-awan yang berjalan di langit kala pagi dan siang hari karena dengan begitu waktu tak akan terasa secepat kilat berlalu.


Malang, 02 Desember 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar