Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HAKIKAT CINTA SEJATI: REVIEW NOVEL MBOJO MAMBURE KARYA PARANGE ANARANGGANA



Oleh Siti Rahmatillah
 
Novel ini menceritakan tentang kondisi sosial dan budaya Bima sekarang ini, dan terlebih generasinya yang mengalami degradasi moral. Yang di mana hal tersebut sangat bertentangan dengan nilai leluhur mereka yaitu “ maja labo dahu “ .  Kata maja labo dahu  ini merupakan falsafah masyarakat Bima yang berarti malu dan takut kepada Tuhan ketika melakukan keburukan. Namun, karena berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh generasi Bima nilai tersebut terkikis dan menjadi “Mbuja labo duha” (hancur atau meradang). 

       Selain itu, diceritakan juga kisah cinta seorang pemuda yang bernama Valen, tak memandang orang yang ia cintai adalah janda, yang terpenting baginya adalah cintanya itu mampu mengubah karakter warianya menjadi laki-laki seutuhnya, pun seorang janda tersebut ia jatuh cinta karena sisi lain yang dimiliki oleh Valen yaitu kejujurannya.

Novel ini ditulis oleh Iskandar Dinata dengan nama pena Parange Anaranggana, ia lahir di Bima pada tanggal 10 November 1982. Karena kencintaannya dengan literasi, ia mendirikan sebuah komunitas literasi yang bernama KAMBUTI (Komunitas  Mbojo Matunti (penulis) ) di Malang. Selain aktif sebagai penulis karya fiksi, ia juga merupakan seorang peneliti pada Alamtara Institute Mataram.

Novel yang sejenis dengan novel ini adalah “ Cintaku Sekokoh Gunung Sangiang  Karya MD Malaow “ yang ditulis oleh orang Bima juga. Dalam novel ini menceritakan tentang keadaan sosial dan budaya masyarakat Bima. Hanya saja dalam novel ini diceritakan seorang yang bernama Salman merantau ke Jakarta untuk memperbaiki taraf perekonomiannya. Dan juga disebabkan oleh penolakan dari orang tua kekasihnya. Ia sakit hati, namun Salman ini tetap setia dengan kekasihnya, meskipun sudah menikah dengan orang lain, cintanya tak mudah runtuh, lenyap dan sirna. Meskipun disegani oleh banyak perempuan karena kepribadiannya yang baik, sholeh dan jujur. Dan seiring berjalannya waktu, dengan berbagai lika liku kehidupan merekapun bersatu kembali, cinta di antara keduanya masih kokoh, sekokoh gunung sangiang . Begitu juga dengan novel “ Mbojo Mambure” sosok pemuda yang familiar dengan nama Valen dicintai karena kepribadianya yang baik, cinta mampu mengubah dan menjadikannya sebagai laki-laki yang normal. Karena sebelumya ia adalah waria.

Sinopsis

       Ketika kata primitif terucapkan, seolah lelah menantang Dana Mbojo Dana Ma Mbari (tanah Bima tanah bertuah, keramat dan dikeramatkan). Lantas tidak boleh menentang, kritis? Apakah sekarang masih mbari? Jika memang mbari kenapa tidak memperlihatkan mbari-nya ketika nilai-nilai kebaikan dalam Rahim tanah ini mulai terkikis? Tidakkah tanah ini terluka dengan cabikan basa-basi, dramaturgi, keserakahan, asusila, dan premanisme yang terus dipertontonkan oleh penghuninya? Sungguh, Dana Mbojo Dana Mbari dirajam luka, dilukai oleh orang-orang yang mendaku mencintainya.

       Valen merima tawaran sebagai mata-mata menjadi titik awal perubahan dalam diri Valen. Dia menjadi terbiasa berhadapan dengan risiko yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawanya. Pertemuan dengan perempuan yang mempermasalahkan masa lalunya memberinya keyakinan bahwa menjadi pribadi yang bisa diterima semua kalangan adalah sebuah keniscayaan. Hingga berjalannya waktu ia meraih cintanya Afin, dan mampukah Valen meraih cintanya? Doa menjadi satu-satunya kekuatan terakhir.

Isi Review Novel

Satu lembar lebih dekat dengan Bima. Novel ini sangat direkomendasikan untuk generasi Bima, khususnya kaum remaja. Karena di novel ini sangat menggambarkan kondisi sosial dan budaya Bima. Dan yang lebih menarik adalah adanya perbandingan nilai sosial dan budaya antara Bima dulu dan sekarang. Selain itu, novel ini juga direkomendasikan untuk semua kalangan remaja, bisa dijadikan sebagai pembelajaran terkait realita sosial di balik terjadinya dunia yang baik-baik saja di luar sana. Bijak dalam memilih lingkungan dan memahami kondisi sekitar. 

   Di dalam cerita novel ini juga mengedukasi bagaimana cinta yang sejati. Dan sangat direkomendasikan bagi kaum milenial sekarang, yang dominan memiliki kisah cinta yang labil. Yang hanya sekedar kasih mawar, coklat dan hal-hal manis sejenisnya, tidak ada kepahitan yang dimunculkan, bahkan ia disembunyikan sedalam-dalamnya. Cinta bukan hanya soal yang manis, tetapi bagaimana kenyamanan tanpa persona, bagaimana luka agar lebih dewasa dan bagaimana hati bisa membidik sesuai targetnya (dari hati ke hati, bukan dari rupa ke rupa). Dan itulah yang disebut cinta sejati.

    Semoga review ini bermanfaat, mampu mengedukasi khususnya bagi para generasi dan bisa menumbuhkan rasa ingin tau lebih dalam tentang novelnya. Tidak ada kerugian sedikitpun ketika kita terjun di bidang literasi, yang ada kita akan diedukasi. Dan sebagai reviewer novel ini mohon maaf atas segala kekeliruan, oleh karenanya kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat dibutuhkan.

Informasi tentang novel

Sebuah novel yang berjudul “ Mbojo Mambure Karya Parange Anaranggana” Mataram, diterbitkan oleh Alamtara Institute, diterbitkan pada bulan Januari 2019, cetakan edisi pertama tahun 2019, jumlah halaman = xii + 224 : 13.5 x 20 cm, harga 65. 000.00, ISBN : 978-602-9281-16-3.
 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar