Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Dahsyatnya kalimat "لا تفتح ولا تقرا إلا بالحق وهو الحرام"

https://1.bp.blogspot.com/-kDQ5nA3_TFw/X9Fmi7FpKVI/AAAAAAAAIuU/NTVxzEhYBNMBAyzlAiZxvcW3yPs_w8nxwCLcBGAsYHQ/s1280/mbak%2Binay.jpeg

Oleh : Inayatul Maghfiroh


Dulu, sewaktu masih belajar di ponpes Alhikmah Assunniyah yang berada di salah satu kecamatan kota Jember, Kencong orang-orang menyebutnya. Setiap santri memiliki kebiasaan menuliskan pada buku-bukunya kalimat "لا تفتح ولا تقرا إلا بالحق وهو الحرام" ( jangan dibuka dan dibaca kecuali haq ( mendapat izin) dan ini ( membuka dan membaca tanpa izin) haram),  dibawahnya dilanjutkan kalimat taukidnya “ meminjam memang bukan suatu larangan, tetapi izin adalah sebuah kewajiban”. Sehingga menimbulkan kehati-hatian bagi setiap santri untuk terbiasa meminta izin terlebih dahulu pada pemilik bukunya.

Kebiasaan baik itu menjadi sesuatu yang sangat istimewa tatkala para alumni sudah tersebar kesana kemari. Suatu hari, karena keinginan bertemu yang sudah tidak terbendungkan saya meluncur ke salah satu Pondok untuk bertemu teman satu alumni saat belajar di pondok Alhikmah dulu, berbincang-bincang membagi cerita diantara kita, ada salah satu ceritanya yang kemudian membuat saya ingin berbagi melalui tulisan ini. ia bercerita demikian “ ya Allah mbak nay, saya tidak tau harus bersyukur dengan cara apa, samian masih ingat kebiasaan kita dulu sering menulis di setiap buku-buku kita kalimat “"لا تفتح ولا تقرا إلا بالحق وهو الحرام",  kan hal itu saya terapkan terus disini selain karena kebiasaan juga untuk melanggengkan kehati-hatian saya dalam bertindak, dan dari kebiasaan itu mbak, saya menjadi biasa menerapkan pada hal yang lainnya, sehingga banyak orang yang merasa terhormati karena dimintai izin, banyak orang pula yang merasa terlindungi privasinya, dan hal itu sangat membuat saya cukup kaget betapa dahsyatnya manfaat kebiasaan itu, saya jadi kepengen sowan buk nik (ibu nyai kita sewaktu belajar di ponpes Alhikmah Assunniyyah) untuk berterimakasih atas didikan beliau, saya sangat tersanjung dengan kedamaian sosial disini mbak nay, sebab kebiasaan yang senantiasa didawamkan di pondok dulu”. Demikian singkat ceritanya, kalau versi aslinya ada cucuran air mata haru yang saya juga belum bisa bagaimana mendeskripsikannya. 

Kebiasaan baik yang didawamkan, dimanapun tempatnya ia akan tumbuh menjadi suatu hal yang bermanfaat untuk sekitarnya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang diberi kemampuan menebarkan kebaikan, Aamiin.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar