Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

ANTARA AKU, KAMU, DAN DESEMBER


 

Oleh: Astri Liyana

Apa kabar Desember?

Maaf terlambat menyapamu. Jika dipikir- pikir waktu cepat sekali bergulir. Tak terasa sudah mau berakhir, dan sudah banyak sekali yang berubah. bermula dari aku yang ingin menjadi seseorang, hingga seseorang yang ingin menjadi aku.

Kadang aku bingung dengan pikiranku sendiri. Ketika aku ingin menjadi kamu, tapi seorang kamu pun pasti punya problematikanya sendiri. Itu membuatku sadar, bahwa kita tak bisa melihat seseorang hanya dari titik nyamannya saja. Kita berbeda. 

Kita berbeda. kisah dan dongeng kita pun tak sama. Aku tak bisa menjadi kamu, dan kamu pun tak bisa menjadi aku. Aku bisa mengambil mimpiku sendiri tanpa harus menjadi kamu dan begitu pun sebaliknya.

Aku yang tegar pun pasti akan rapuh suatu hari nanti, entah itu dengan luka ataupun masalah yang kubangun sendiri maupun dari orang lain. Tapi, aku tidak bisa diam saja. Karena diam hanya akan memakan aku dan waktuku saja. Begitu pun dengan kamu. Kita harus bisa menyikapinya dengan baik. Terserah bagaimanapun itu, yang penting menyelesaikan permasalahan. Sekalipun itu dengan diam dan senyum.

Bahkan senyuman itu tidak selalu indah. Hati pun tak selalu ramah. Diri ini pun kadang goyah. Namun, hati pasti berkata, “tenang, sabar, dan lakukan perlahan”. Semuanya berproses. Hargai prosesmu dan hargai dirimu. Jangan sampai ambisimu menyulut emosi yang ada dalam dirimu. Kita pelan-pelan harus bisa melupakan hal-hal yang menyakitkan. Karena masih banyak orang-orang yang menginginkan senyum tulus kita daripada duka kita.

Desember ini membuatku sadar. Aku tidak tegar ternyata. Aku payah. Resolusiku semuanya luruh. Aku tidak konsisten. Aku sang pemimpi yang mendambakan banyak mimpi. Mimpi yang tak beraturan, dan terkadang malah menyakitkan. Dan bodohnya aku, baru sedikit mencoba lalu kutinggal pergi begitu saja.

Aku teringat sebuah quotes bahwa “setiap jalan pasti akan ada lubang”. Setiap perjuangan pasti ada yang namanya kegagalan, akan ada luka, bahkan duka, atau yang lebih menyakitkan dari itu. Kita bisa. Pasti bisa, hanya saja kurang sedikit mencoba.

Desember sudah datang. Sebentar lagi tahun ini akan pergi. Kita harus bersiap menyusun kembali resolusi, dengan langkah baru dan semangat yang baru.  Karena diriku butuh aku yang abadi, begitu pun denganmu. Butuh kita yang tidak mudah goyah. Butuh hati yang tidak mudah patah, untuk siap menerjang badai yang datang tanpa kenal lelah.

Terima kasih Desember, untuk hari-harinya tahun ini.

Aku senang.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar