Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

Ulasan Tentang Surat Al – Isro’ Ayat 28




Oleh : Inayatul Maghfiroh


وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا

Artinya : “Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas”


Asbabun nuzul ayat 28 dari surat al isro’ bagus sekali untuk orang yang dermawan, berhati mulia dan sudi menolong orang yang membutuhkan. Namun apa boleh buat, pada saat itu tidak ada yang bisa diberikan atau Suatu riwayat mengatakan bahwa, ayat ini turun berkenaan dengan penolakan Rasulullah saw terhadap orang-orang miskin yang meminta bantuan. Maka disebutkanlah dalam ayat ini, jika kamu terpaksa berpaling dari mereka, artinya berpaling karena tidak sampai hati melihat orang yang sedang membutuhkan pertolongan itu, tetapi kita yang diminta pertolongan sedang “kering” dan dalam hati kecil kita berkata, bahwa nanti suatu saat jika saya ada rezeki, orang itu akan saya tolong. Maka ketika menyuruhnya pulang dengan tangan kosong itu, berilah ia harapan dengan kata-kata yang menyenangkan. Karena kata-kata yang halus dan berbudi lebih membuat senang dan berharga daripada uang yang berbilang.

 Jadi, ayat ini mengajarkan bagaimana cara atau sikap disaat tidak dapat menolong atau membantu orang yang sedang membutuhkan, padahal ada niat untuk membantu atau menolong, tetapi keadaan tidak memungkinkan, maka hendaklah menolak dengan sifat yang sopan, wajah yang ramah dan dengan kata-kata yang menyenangkan.


Beberapa Hadist Terkait Dengan Surat Al Isro’ Ayat 28


  1. خَيْرُ الْمُسْلِمِيْنَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

"Sebaik-baik muslim adalah yang kaum muslimin selamat dari keburukan lisan dan tangannya"

  1. بِحَسْبِ امْرِيْ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسلِمَ كُلٌ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُه

“Cukuplah seseorang dikatakan buruk jika sampai menghina saudaranya sesama muslim. Seorang muslim wajib manjaga darah, harta dan kehormatan orang muslim lainnya”

  1. لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْـمَعْرُوْفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ

 

 “Jangan sekali-kali engkau meremehkan perkara kebaikan walaupun hanya berwajah cerah ketika engkau bertemu dengan saudaramu.” 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar