Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TIDAK DIKATAKAN BERIMAN, JIKA TIDAK MEMPERCAYAI HAL GHAIB


pecihitam.org

Oleh Ainu Habibi

Tidak dikatakan sempurna iman seseorang yang tidak meyakini makhluk ghaib, banyak masyarakat awam pada umumnya yang tidak mempercayai adanya hal ini.  Disisi lain makhluk ghaib di sebut sebagai makhluk halu, makhluk yang tak kasat mata, atau bahkan makhluk astral yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra manusia. Makhluk berasal dari bahasa Arab “yang diciptakan” dan ghaib artinya “tidak tampak”.

الذين يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون

Artinya: (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka (Qs Al-Baqarah ayat 3).

Dari pemaparan ayat diatas, orang-orang yang beriman kepada Allah Swt membenarkan kepada yang ghaib yang tidak kelihatan oleh panca indra mereka, surga dan neraka adalah sebagai contohnya, kemudian mendirikan shalat melakukan sebagai mana mestinya (sebagian dari yang kami berikan kepada mereka) yang telah kami anugerahkan kepada mereka sebagai rezeki.

عن عمر رضى اللهُ عنه أنهُ قال موقوفاً عليه أو مرفوعاً إلى النبى صلى الله عليه وسلم، فالموقوف ما روى عن الصحابة ولا يتجاوز به الى رسول الله صل الله عليه وسلم، والمرفوع ما أخبر به الصحابى عن قول رسول الله صل الله عليه وسلم، لولا ادعاء الغيب لشهدت على خمس نفر أنهم أهل الجنة) أى لو لا مخافة ادعاء الغيب مانع لقلت شهدت على خمس جماعة أنهم من أهل الجنة (النصائح العباد، 2005، الصفحة، 31 ).

Dari ucapan sayyidina Umar Ra beliau berkata sebagai hadist mauquf alaih atau hadist marfu’ kepada baginda nabi Muhammad Saw. Maka yang dinamakan hadist mauquf ialah   suatu hadist yang diriwayatkan dari sahabat tetapi hadist itu tidak sampai dengan periwayatnya kepada nabi Muhammad Saw. Dan yang namanya hadist marfu’ itu adalah ucapan para sahabat menceritakan dengan ucapan itu dari ucapan baginda Nabi Muhammad Saw adalah; seandainya tidak ada takut mengaku tahu tentang hal yang ghaib itu yang melarang maka yakin aku ucapkan aku telah melihat dengan nyata atas lima golongan sesungguhnya mereka itu semua ahli surga.

Iman terhadap yang ghaib dalam Islam menjadi tingkatan paling utama, keimanan tersebut diharapkan bukan hanya ilmu pengetahuan saja juga meliputi penghayatan dan pengamalan. Ilmu pertama yang wajib dipelajari dalam Islam, sebelum mempelajari ilmu lainnya di antaranya adalah Ilmu Tuhid, ilmu yang berasal dari Rukun Iman, dimana di dalamnya merupakan ilmu mengenai hal-hal yang berkaitan dengan yang Ghaib. Ar-Raghib Al-Asfahany berkata: “Apa saja yang lepas dari jangkauan indra dan pengetahuan manusia adalah ghaib”. Al-Baji berkata: “Ghaib adalah apa yang tidak ada dan apa yang tidak tampak oleh manusia.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar