Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

TERHALANG


Oleh: Ilman Mahbubillah


Mari merayakan luka
Engkau menari dengan pedih yang kau rasa
Dan aku mabuk bersama anggur nestapa

Mari merayakan luka
Agar ia tak lagi perih dirasa
Agar esok kita tak perlu bersedih atasnya

Biar..
Biarlah luka yang membasuh remuknya harap kita
Agar luruh juga sekalian penat; sudah

Biar..
Simfoni pilu menangkap segala bahagia yang sangat ingin didengarkan
Agar tak ada celah untuk sekedar berkhayal pada hingar kehidupan

Derita, luka, lara, apapun namanya
Kini, hanya jadi sekedar pembaringan
Bagi jiwa kita yang ditakdir tertinggal tak berdampingan

Bagi mereka
Adalah wujud dari merebut derita Adam dan Hawa
Yang kehilangan hak istimewa atas surga

Sepanjang pandangmu; hanya langit mendung yang tertampak
Sepanjang pandangku; terlihat berjuta derita yang tak berjarak
Sepanjang kita; bukannya menemui naungan hujan tapi selalu bertemu arak

Maka aku ajakmu menikmati kesakitan yang nanti mungkin berkesudahan
Bercengkrama dengan tangis yang tak tertahankan
Kemudian berdamai dengan pahit pilunya kenyataan

Dia; langit, hidup ini hanya engkau yang menyiapkan
Bahkan semua yang tertata rapi pada meja harapan
Yang kini, tinggal tersisa tulang belulang kekecewaan

Souce image: Bintuhmed on Instagram
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar