Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SINOPSIS TAKBIR CINTA ZAHRANA


Oleh: Dihyat Haniful Fawad
 

       Zahrana adalah seorang wanita yang berpendidikan dan berdedikasi tinggi di kampusnya tempat ia mengajar di salah satu Universitas di Semarang. Di tengah kesuksesannya, Rana merasa gundah, apakah Rana harus melanjutkan karirnya atau menikah. Orang tuanya merasa cemas karena Zahrana belum juga menikah di usianya yang sudah seharusnya untuk menikah. Walaupun banyak lelaki yang datang ke rumahnya untuk melamarnya, namun Rana terus menolak lamaran itu.

       Terjadilah konflik batin. Orang tua Zahrana selalu berharap agar Zahrana cepat menikah dan memiliki keturunan, karena Zahrana adalah anak semata wayang. Orang tuanya khawatir tidak sempat melihat Zahrana menikah dan menimang cucu.

       Puncaknya, Zahrana dilamar oleh atasannya sendiri yang bernama Pak Karman. Dengan tegas ia menolak lamaran itu karena ia merasa Pak Karman adalah orang yang tidak memiliki akhlak yang baik, moral buruk dan sifat yang tidak terpuji. Akibat dari penolakan Zahrana, ia diancam akan dipecat. Tetapi, Zahrana sudah mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum Pak Karman memecatnya. Dan Zahrana pindah mengajar di sebuah sekolah kejuruan teknik. Akhirnya, Zahrana dan sahabatnya Lina mengadu kepada Bu Nyai untuk dicarikan jodoh yang terbaik untuknya.

       Zahrana dipertemukan dengan seorang lelaki yang kuat ibadahnya, kuat imannya, baik akhlaknya dan dia seorang duda yang belum memiliki anak yang pekerjaannya sebagai penjual kerupuk keliling. Zahrana merasa cocok dengannya, karena ia tidak melihatnya dari materi, tetapi ia melihat dari kriteria yang tadi disebutkan itu Zahrana merasa mantap hati untuk menyempurnakan separuh agamanya dengan menikah. Zahrana sangat senang, esok hari ia akan menikah dengan seseorang yang sangat cocok dalam hatinya. Namun, kebahagiaan itu hanya sekejap. Calon suaminya tertabrak kereta api. Hingga ia masuk ke rumah sakit karena merasa terpukul atas kepergian calon suaminya. Di rumah sakit, ia bertemu dengan dokter yang ternyata adalah ibunya Hasan, mahasiswa yang dulu Zahrana membimbingnya untuk menyusun skripsi.

       Takdir tidak ada yang tahu, ketika Zahrana masih berada di rumah sakit dan baru tahap pemulihan, ayahnya meninggal dunia menyusul calon mantunya itu karena terkena serangan jantung. Ayahnya meninggal ketika diperjalanan menuju rumah sakit. Lengkap sudah penderitaan Zahrana.

       Selang waktu, Bu Dokter yang merupakan ibunya Hasan datang menemui Zahrana. Ia bermaksud untuk menyampaikan bahwa Hasan ingin melamar Zahrana, meskipun dalam rentang umur lebih tua Zahrana. Ia kaget dan sedikit ragu karena Hasan adalah mahasiswanya. Akan tetapi, dengan bukti bahwa Hasan serius ingin mempersunting Zahrana, maka ia menyetujui dengan satu syarat. Yaitu, pernikahan dilaksanakan selesai shalat taraweh dan disaksikan oleh para jamaah shalat taraweh. Dan akhirnya Zahrana resmi bersuami dengan Hasan, dan mereka hidup bahagia.

Sumber: Novelet Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy
Source Image: m.merdeka.com


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar