Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

SUNGGUH


sumber : instagrambintuhmed.

Oleh Ilman Mahbubillah 


Sayang, aku mencintaimu;

Dengan ejaan yang terbata-bata

Dengam mulut yang lupa akan kata-kata

Dengan hati yang lebam dengan duka-luka

Dengan pikir yang terbuka sebab cinta

 

Sayang, aku mencintaimu;

Semerbak wangi sejauh harum tubuhmu pergi

Masih bisa ku menjangkaunya, tapi lari!

Sejarak tak kasat mata jasadmu entah esok hari

Ingin diri tuk menggapainya, lagi

 

Aku mencintaimu; Sayang,

Dengan kerumitan yang kunikmati sendiri

Dengan manis yang kukecup sendiri

Dengan seduh-sedan yang kuteguk sendiri

Dengan ucapan para insan yang sering tak tahu diri

 

Aku mencintaimu; Sayang,

Resiko kecewa yang menjulang ancala

Upah rupa bahagia seluas kelor depan rumah

Tabah menghela kalbu sehampar semesta

Pupuk ikhlas ditabur mentari pada lautan adiwangsa

 

Sederhananya, aku ingin menamaimu puisi;

Pada baris pertama kutulis indah cantikmu

Pada baris kedua kuterka eloknya harapku

Pada baris ketiga ku-hardik keegoisan cintaku

Pada baris keempat pun sempurna setelah ucap penolakanmu

 

Hingga pada sajak yang menghiasi puisi ini;

Kamu tetap langit bagi bibir yang rancu dan tak padu ini

Mencoba kumengerti tanpa banyak hipotesa dan analogi

Damaipun tak kuasa pahami praduga serta firasat yang kian menyakiti diri

Merealisasi rasa sejenak sebelum ia mati, dan kau pun pergi.

 

Malang, 14 November 2020






Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar