Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PUDARNYA SILA PERTAMA ?


Oleh: Nety Novita Hariyani


Siapa yang tak tahu instagram ? Salah satu platform yang digemari semua kalangan di seluruh penjuru dunia bahkan pelosok desa pun bisa mengaksesnya, namun harus mengerahkan tenaga dan sabar dalam mencari sinyal hehe. Berbagai informasi mudah diakses di instagram terutama dalam hal ‘perjulidan’. Aneh jika menstalker akun orang lain tanpa melihat komentar dalam postingannya. 

Akhir-akhir ini saya sedikit terganggu dengan komentar netizen yang menyudutkan seseorang dengan melihat agamanya. Sebut saja pesohor “M” dalam postingannya menunjukkan kebahagiaan setelah menyucikan diri di sungai yang suci menurut kepercayaannya. Postingan itu dibanjiri komentar, salah satu isi komentarnya “Hah? Ternyata agamanya A kukira dia agamanya B loh”. Tak sedikit juga yang menyayangkan agama yang dia anut seakan menunjukkan dia telah menyembunyikan kepercayaannya selama ini.  Hal ini secara tidak langsung memunculkan stigma dalam masyarakat bahwa kepribadian baik seseorang harus dilihat dari apa agamanya. 

Muncul pertanyaan dalam benak saya, pentingnya toleransi beragama apakah kini menyusut? Bagaimana tidak, apa yang saya pelajari dulu terkait bagaimana menghargai kepercayaan orang lain, bagaimana menempatkan diri diantara keberagaman ras, suku, dan agama sekarang tampak hanya seperti naskah kuno yang jarang dipraktikkan. Apalagi jelas tertulis dalam sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” secara tegas menunjukkan bahwa negara kita adalah negara toleransi dalam beragama. Jadi apapun agamanya kita harus bisa saling menghargai.

Lantas apakah masalah yang timbul merupakan bagian dari konspirasi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab? Dengan gamblang saya menyatakan ‘Ya’. Untuk kepentingan konten, banyak orang memanfaatkan kesempatan menyudutkan orang lain sebagai bahan konten yang bisa viral. Tak jarang juga yang berkomentar buruk bermodalkan ‘iseng’. Netizen yang maha benar itu kini merangkap menjadi ahli dalam segala ahli perjulidan. Saya harap kita bisa lebih bijak dalam memposisikan pandangan kita terhadap orang lain ketika bersosial media, bayangkan jika kita berada dalam posisinya. Semoga kita tidak termasuk orang-orang ‘julid’ itu. Wallahu a’lam bishawab..


Source Image : https://mommiesdaily.com/
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar