Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PEMUDA MISKIN YANG TERKENAL DILANGIT



Oleh : Savinatul jannah

Kehidupan pada masa digital merasa semua orang berlomba-lomba mejadi tenar. Orang orang merasa hamper setiap hari sibuk mempercantik feed Instagram, pergi kesana kemari demi mendapat spot yang cakep, beli kamera yang bagus dan berusaha selalu mengupdate hal hal keren agar hidupnya terlihat wow.  

Semua orang haus akan pujian, haus pengakuan dan semua itu semakin menguatkan kalau fokus hidupnya adalah pengakuan dari orang lain. Satu cerita yang selalu jadi pelecut jika mulai terseret juga kesana adalah kisah Uwais al-Qarni yang pertama kali ditemui di sebuah buku yang berjudul kebijaksanaan orang orang gila. Dan beliau merasa menjalani kisah hidup seperti itu. Langsung ceritain saja di sini biar kita bisa ambil pelajarannya bareng.  

“Tidaklah dikatakan baik kepada agama islam, seseorang yang belum mampu berbuat baik serta berbakti kepada orang tuanya” Uwais al-Qarni adalah orang islam pertama yang dipandang gila. Nama lengkapnya Uwais ibn Abi Uwais. Kisahnya yang terkenal dalam kitab Al Hasan Ibn Ja’far, Said Ibn Al Musayyab berkata,” Umar Ibn Khatab berada di atas mimbar di mina dan menyeru,” Wahai penduduk qaran !”kemudian para masyayik berdiri serta memberi jawaban,’ Ya kami disini, wahai Amirul mukminin! umar bertanya apakah di qaran ada orang yang bernama uwais? Seorang syekh menjawab,” wahai Amirul mukminin! Diantara kami tidak ada orang yang bernama uwais kecuali orang gila yang tinggal di padang pasir yang tidak bergaul dengan masyarakat. Umar berkata‘ Dialah yang kumaksud.  

Apabila kalian sampai ke qaran carilah dia dan sampaikan salam ku padanya, lalu katakan padanya “ Sesungguhnya Rasulullah saw. Telah memberi kabar gembira tentang dirimu dan memerintahkan ku untuk menyampaikan salamnya. Said ibn al musayyab berkata,” kemudian orang orang tersebut kembali ke qaran dan mencari uwais dan menemukannya diatas pasir.  

Mereka menyampaikan kepadanya salam umar radan salam nabi Muhammad saw. Lalu dia pergi entah ke manatan pada yang tau jejaknya dalam waktu singkat. Uwais yang memiliki penyakit sopak yang membuat tubuh nya berwarna belang, walaupun begitu uwais merupakan orang soleh serta memiliki bakti yang dalam kepada ibunya yang tua dan lumpuh .. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua keinginan ibunya. Uwais senantiasa memperlakukan ibunya dengan baik serta memenuhi seluruh kebutuhannya.  

“Anakku, mungkin umur ibu tidak lama lagi,sementara ibu ingin pergi haji” Ucap sang ibu mendengar ucapan sang ibu. Uwais termenung perjalanan ke tanah suci memerlukan waktu yang lama, melewati padang tandus yang sangat panas .orang orang biasanya menggunakan onta dan membawa bekal, lantas bagaimana dengan uwais yang tidak memiliki apa apa serta kendaraan. Lalu uwais terus berfikir mencari jalan keluar .kemudian dibeli lah seekor anak lembu,, kira kira untuk apakah seekor anak lembu tesebut? Sangat tidak mungkin berangkat ke tanah suci menaiki anak lembu, kemudian uwais membuat kandang bagi anak lembu tersebut diatas sebuah bukit. Dan ketika pagi menjelang selalu menggendong anak lembu tersebut“ uwais gila … uwais gilaa..” kata masyarakat sekitarnya yang melihat tingkah laku uwais.. 

Semakin hari ukuran anak lembu tersebut makin bertambah , maka tenaga yang digunakan untuk menggendongnya semakin besar pula, hingga tibalah musim haji. Berat lembu uwais telah sampai pada 100 kilogram ,sementara itu tubuh uwais juga otot uwais semakin bertambah kuat pula.  

Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang barang. Tahukah apa maksud uwais mengangkat lembu setiap hari ??Karena ia sedang latihan untuk menggendong ibunya. Uwais menggendong ibunya dengan berjalan kaki dari yaman ke mekkah!!! subhanallah alangkah besar cintanya uwais kepada ibunya. Ia sangat rela menempuh perjalanan yang sangat jauh demi memenuhi keinginan sang ibu.
  
Uwais berjalan sambil menggendong ibunya wukuf di ka’bah, ibunya terharu dan menangis melihat baitullah di hadapan ka’bah ibu dan anak itu berdoa. “ ya Allah ampuni semua dosa ibuku” kata uwais. “ bagaimana dengan dosa mu nak? Tanya ibu heran. Uwais menjawab “dosa ibu telah diampuni, niscaya ibu akan masuk surga. Ridho ibulah yang akan membawa uwais ke surga.  

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah uwais al-Qarni adalah berbakti kepada orang tua terutama kepada ibu dan berbakti kepada orang tua termasuk bentuk ibadah yang utama, kondisi kehidupan uwais yang jauh dari ketenaran menampakkan sebuah keutamaan dari hidup terasing bagi orang.  




Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar