Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PEMABUK CINTA YANG HILANG ARAH




Mutiara Rizqy Amalia 


Dengan apa aku harus memulai

Mengirim rindu dengan sepatah kata, secarik surat

Ataukah dengan hati yang penuh dengan damba

Aku bukan siapa-siapa jika disandingkan dengan yang lain

Aku hanya sebatas gundukan batu di hamparan rerumputan hijau membentang

Atau hanya seekor domba di barisan unta

Bahkan kuanggap diri ini sebatas tulisan yang terkucur air yang tak terbaca

 

Dengan apa aku harus memulai

Menahan rindu namun hati terus dihujam belati rindu yang mematikan

Atau haruskah aku melepas belati yang menancap dalam hati ini?

Namun yang kuinginkan adalah menjadi pecandu rindu

Pecandu cinta, dan pecandu dirinya

Rinduku tidaklah istimewa

Ada banyak perindu yang mabuk dalam cintanya yang melebihiku

 

Wahai rindu yang terus menghantui

Siapkah dirimu bertemu dengannya?

Memandang matanya

Memandang wajahnya

Memandang seluruh tubuhnya

Sudikah kau bertemu dengannya wahai rindu?

Ntah apa jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu

 

Aku merasa tak pantas jika harus bertemu dengannya

Banyak bercak noda yang ada di dalam hati

Namun hati terus memaksa untuk bertemu

Apakah salamku yang terbatas akan terbalas olehnya?

Wahai kekasih nan mulia

Yang namanya bersanding dengan Tuhan pencipta alam

Sholawat dan salam akan tetap tercurahkan kepadamu Baginda

Dan kumohon,

Jawablah salam rindu dari seorang pemabuk cinta yang hilang arah.



Malang, 31 Oktober 2020





Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar