Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PELIT MEMBUNUHMU

Oleh: Baedt Giri Mukhoddam Billah

            Pelit adalah salah satu sifat yang dibenci oleh Nabi Muhammad , seperti yang ada pada hadis berikut:

عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مَرْوَانَ ، قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” شَرُّ مَا فِي رَجُلٍ شُحٌّ هَالِعٌ وَجُبْنٌ خَالِعٌ

(HR.Muslim)

 Dari Musa bin Ali bin Rabbah, dari ayahnya, dari Abdul Aziz bin Marwan, ia berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah sifat pelit yang sangat pelit dan sifat pengecut yang sangat pengecut

Dari sini beliau berdalih bahwasanya Rasulullah sangat membenci orang yang pelit. Di samping itu juga sangat bertentangan dengan prinsip beliau juga yang sangat dermawan. Bahkan beliau pun tidak senang ketika ada yang menghalanginya untuk memberi, apa pun alasannya. Maka dari itu Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk saling memberi satu sama lain.

            Diceritakan suatu kisah seekor tikus yang sedang kelaparan di suatu tempat tinggalnya, kemudian ia berinisiatif untuk berkunjung kepada temannya, dengan harapan dapat meminta sesuatu untuk dimakan. Di antara teman-temannya itu adalah Sapi, Kambing, dan Ayam. Karena si tikus telah mengenal mereka dengan sangat lama, dengan harapan yang sangat tinggi si tikus bergegas ke kediaman mereka di suatu kandang seorang petani.

            Sesampainya dikandang tersebut, si tikus pertama-tama menemui si sapi dan berkata kepadanya :” wahai sapi kau adalah temanku, bolehkah aku minta sesuatu untuk dimakan?....” mohon si tikus, kemudian sapi menjawab dengan congkaknya :”enyahlah sana kau tikus, bikin habis jatah makanku saja. jatah makanku per-hari masih saja kurang, masih saja kamu minta!”. Kemudian si tikus berjalan meninggalkan si sapi setelah mendengar bentakan dari si sapi. Berikutnya si tikus menghampiri si kambing dan berkata serupa seperti yang ia sampaikan kepada si sapi, akan tetapi jawaban si kambing yaitu :”maaf tikus, aku tidak bisa membagi makananku denganmu, karena sebagian makananku telah direbut oleh si sapi.” Kemudian si tikus menimbali :”baiklah kalo begitu, aku akan menemui si ayam dan mencoba meminta kepadanya”. Kemudian si tikus berjalan meninggalkan si kambing dan mulai menuju si ayam dengan harapan yang sangat tinggi, karena ayam adalah harapan terakhirnya. Sesampainya, ia mengatakan maksud kedatangannya seperti yang ia sampaikan kepada sapi dan kambing sebelumnya. Kemudian si Ayam menjawab: ”maaf tikus, aku sudah menghabiskannya”. Akhirnya si tikus meninggalkan si Ayam.

            Dengan begitu si tikus pulang dengan tangan kosong dan perut kosong. Setelah selang satu minggu, si tikus didatangi oleh seekor burung beo. Ia tak hanya datang menemui si tikus, akan tetapi ia membawa sebuah berita besar yang ingin ia sampaikan kepada si tikus. Kemudian si burung beo  menyampaikan beritanya: ”hai tikus, sepeninggalmu dari kandang Sapi, Kambing dan Ayam, ada ular yang masuk ke rumah pak petani itu, yang kemudian menggigit istrinya hingga meninggal, dengan begitu sang petani harus mengadakan 7 hari Tahlilan sepeniggal istrinya itu. Satu persatu hewan ternaknya habis disembelih untuk memenuhi hajat dari pak petani tersebut.” Setelah menyampaikan berita tersebut, si burung beo pulang meninggalkan si tikus.

            Pada akhirnya si tikus terselamatkan dari ular yang sedang mencari mangsa. Dan masih ada hikmah-hikmah yang masih diambil dari kisah di atas. Bahwasanya sebuah ujian pasti juga ada bayarannya, benar saja si tikus tidak mendapatkan hasil dari apa yang ia usahakan secara langsung, akan tetapi diganti dengan selamatnya dari incaran si ular. Masih bisa kita terapkan di kehidupan nyata, ketika kita berusaha dan berdoa untuk sesuatu yang kita inginkan, akan tetapi Allah lebih mengetahui apa yang kita butuh kan. Maka dari itu, apa pun keadannya hendaknya kita bersyukur kepadanya. Apa pun yang diberikannya bersyukurlah, karena itulah yang kita butuh kan.

Sumber :

https://muslim.or.id/16950-sifat-tercela-pelit-dan-pengecut.html

Cak Lontong-Mengetuk Pintu Hati – SCTV

 


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar