Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

NU, TERAPKAN 4 INI !

Oleh: Dihyat Haniful Fawad

 
       Hadratusy Syaikh KH. Hasyim ‘Asy’ari yang merupakan pendiri Nahdhatul ‘Ulama bersama KH Abdul Wahab Hasbullah dan beberapa ‘Ulama Nusantara mengajarkan kepada para kader NU agar menerapkan empat sikap dalam bermasyarakat, yaitu Tawasut dan Ta’adul, Tasamuh, Tawazun, dan ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Tujuan dari terapan tersebut supaya para kader NU khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya dapat hidup berdampingan dengan siapa saja, dari kalangan mana saja, dari ras atau etnis mana saja dengan nyaman dan tentram.
       Untuk menciptakan tujuan tersebut, masyarakat NU harus benar-benar menerapkan empat sikap itu. Sebelum kita terapkan, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu mengenai empat sikap bermasyarakat NU secara singkat, yaitu:

1. Tawasut dan Ta’adul; yaitu sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat ekstrim (tatharruf). Sikap moderat yang intinya pada prinsip hidup yang menjunjung tinggi untuk bersikap adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. NU dengan sikap dasar ini akan selalu menjadi panutan dalam bersikap dan bertindak lurus dan selalu bersifat membangun serta menghindari segala bentuk yang bersifat tatharruf. 
       Adapun dalil naqli tentang Tawasuth di dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 143 yang artinya: “Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian”.
       Dan berikut dalil tentang Ta’adul di dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 8 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela (kebenaran) karena Allah menjadi saksi (pengukur kebenaran) yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuatlah adil karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.

2. Tasamuh; yaitu sikap toleransi yang intinya bagi masyarakat NU untuk menghargai terhadap perbedaan pandangan dan kemajemukan identitas budaya masyarakat. Sikap Tasamuh terhadap perbedaan pandangan, baik dalam hal keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu’ dan hal khilafiyah, maupun dalam hal kemasyarakatan dan kebudayaan.
       Adapun dalil naqli tentang sikap Tasamuh di dalam al-Qur’an surat Thaha’ ayat 44 yang artinya: “Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut”.

3. Tawazun; yaitu sikap seimbang dalam berkhidmat demi terciptanya keserasian antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah SWT. Menyerasikan khidmat kepada Allah SWT, khidmat kepada sesama manusia, serta kepada lingkungan hidupnya. Menyelaraskan kepentingan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Adapun dalil naqli di dalam al-Qur’an surat al-Hadid ayat 25 yang artinya: “Sungguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan  telah kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan”.

4. ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar; yaitu sikap yang selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagu kehidupan bersama, serta menolak dan mencegah semua hal yang dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan.
       Dan adapun dalil naqli mengenai ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam al-Qur’an surat Ali Imron ayat 110 yang artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik dari mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Sumber utama: 
Buku Biografi Singkat Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah Pendiri dan Penggerak NU karya Jamal Ghofir.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

2 komentar: