Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

KELUH-KESAH DAN RASA BOSAN DI SEMESTER 5


https://www.instagram.com/p/CCiVIrwAPBY/?igshid=1rmudfqe1oka2


Oleh: Fitriatul wilianti

Semester lima! ada apa dengan semester lima? Kenapa banyak orang yang tertarik membicarakan semester lima?

Semester lima adalah masa-masa mahasiswa yang sudah mulai bosan kuliah, mulai merasa capek, dan mulai banyak godaan yang muncul karena berada pada fase lelah. Hampir kebanyakan mahasiswa mengalami hal yang sama ketika masa kuliah dimana proses yang dijalani setiap semesternya mulai berbeda. Ketika semester satu dan dua, merupakan masa-masa semangatnya mengerjakan tugas, sering bolak balik kampus, ngumpul organisasi dan kegiatan-kegiatan berfaedah lainnya. Kemudian ketika menjalani semester tiga dan empat, tingkat kesulitan mulai terasa, masalah-masalah yang dihadapi mulai muncul, akhirnya rasa semangatpun turun, aktivitas mulai beralih, organisasi ditinggalkan, kemudian berusaha kembali fokus kuliah. Dan sekarang fase-fase kesulitan mulai terlihat yaitu ketika berada di semester lima. Semua terasa membosankan, tugas yang menumpuk bukan malah menambah semangat belajar melainkan  malah mengalihkan perhatian ke kegiatan yang lain berdasarkan keinginan diri.

Padahal semestinya semester lima merupakan masa terbaik untuk mengejar ketertinggalan, menyusun target-target untuk penyelesaian ke depannya, memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kekurangan semester-semester sebelumnya dan lain-lain. Semester lima bukanlah puncak kesulitan dari masa-masa kuliah, karena masih ada semester-semester berikutnya yang lebih sulit, dan butuh semangat yang tinggi untuk kita menyelesaikannya. Yaitu ketika masa-masanya kita berjuang menyelesaikan kuliah, berjuang mengejar tanda tangan dosen, berjuang untuk merefisi, dan perjuangan-perjuangan skripsi lainnya.

Jadi semester lima bukanlah tingkat tertinggi yang bisa segera kita akhiri karena bosan, akan tetapi masih banyak tingkat kebosan-kebosan lainnya yang harus kita lewati.

Saya pernah bertanya kepada beberapa mahasiswa yang sedang menjalani semester lima, salah-satunya merupakan mahasiswa Muhammadiyah Malang jurusan PGSD.  Ketika saya tanya mengenai pengalaman nya di semester lima, 
Apa hal yang paling membosankan ketika kamu menjalani semester lima? Ternyata jawabannya  hampir sama dengan kebanyakan mahasiswa lainnya, Dia bosan dengan banyaknya tugas yang diberikan dosen, dan yang paling membosankan adalah tugas yang diberikan hampir sama disetiap mata kuliahnya yaitu: mempresentasikan, merefisi, mengerjakan tumpukan-tumpukan RPP, dan lain-lain.

Kemudian saya juga pernah membaca salah satu keluhkesah lain ketika berada di semester lima, ketika kita mulai capek, bosan, dan lain-lain, akhirnya mulai mengeluh dan mengeluarkan kata-kata yang hampir ingin dikeluarkan kebanyakan mahasiswa semester lima lainnya. "Sudah lah capek, pengen nikah aja" hehe. Kalimat tersebut tidak jarang diungkapkan oleh mahasiswa sekarang. Karena itu merupakan solusi menggiurkan yang kebanyakan menarik banyak mahasiswa. Apalagi pada kondisi sekarang, yaitu masa pandemi corona. Kegiatan belajar mengajar diharuskan dirumah, sehingga menambah tingkat kebosanan yang kita jalani setiap harinya. 

Dan untuk penulis sendiri. Jika ditanya apa hal yang paling membosankan yang kamu jalani di semester lima sekarang? Jawabannya adalah kuliah online. Kuliah online merupakan masalah terberat yang dijalani sekarang. Karena tingkat kesulitan mata kuliah yang semakin tinggi, serta proses belajar mengajar yang tidak efektif, kuliah virtual yang menuntut mahasiswa mendengarkan dan menyimak lewat layar hape atau laptop membuat semangat belajar berkurang. Tugas yang diberikan yang cukup menumpuk dengan kesulitan yang berbeda-beda serta kurangnya penjelasan yang bisa memahamkan dari dosen pengampu membuat rasa malas yang awalnya terselip jauh dalam diri kemudian keluar menemani di setiap hari-harinya. 

Itulah masalah terbesar yang dijalani penulis sendiri, dan semoga masalah-masalah tersebut tidak menyebar luas dan dialami mahasiswa-mahasiswa lain. Dan semoga tingkat kesadaran pada diri kita sebagai mahasiswa untuk kembali semangat belajar dan menjalani kewajiban kembali berkobar dengan didukung oleh kembali aktifnya perkuliahan tatap muka sehingga mengoptimalkan proses belajar mengajar seperti semestinya. Dan untuk kebanyakan keluhan dan masalah yang ditulis penulis di atas hanyalah sebuah opini pribadi yang mungkin hanya dirasakan sebagian kecil mahasiswa semester lima lainnya, semoga saja. Aamiin.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar