Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

HIDUP ITU HARUS HABIS-HABISAN


Oleh: Neng Sumiyati

Di pekan istimewa kali ini, di mana kita sama-sama memperingati hari guru. Saya kembali mengingat kutipan dari nasihat guru kami dahulu ketika di pondok sejak 2010- 2017.

Dahulu ketika saya dan teman-teman seperjuangan masih di sana, sering kali mengeluhkan banyak hal, membenci suara bel yang tiada hentinya menyala, bahkan sering kali menyuarakan hal-hal yang tidak wajar, seperti rindu tidur pulas di kasur rumah, rindu naik angkutan umum dan hal-hal receh lainnya.

Setiap akhir pekan yaitu hari Jum'at, menjadi hari istimewa bagi saya dan teman-teman untuk sejenak melepas penat dari banyaknya aturan ketat terkait pakaian, kerudung hingga sepatu yang harus tampak sama dan penuh aturan. Biasanya kami habiskan dengan berolahraga, beryel-yel ria di tengah lapangan, berpeluh riang di tengah kegiatan yang tak pernah usai.

Di hari itu juga biasanya para santri didampingi oleh masing - masing pembimbing, saling membentuk lingkarangan di tengah gelak tawa yang tak berkesudahan, akibat dari euforia hari libur.Hari peralihan dari hari-hari yang padat, hari-hari penuh kejaran, sahutan bahkan tertidur tanpa aturan.

Ketika malam bimbingan, malam itu terasa hangat karena kami duduk bersama di masjid. Kami melafalkan halaman demi halaman dari firman Allah hingga larut dalam ketenangan antara santri dan guru. Di momentum seperti itu juga, biasanya kami diberi nutrisi untuk memulihkan kami dari mindset yang negatif.

Salah satu kutipan nasihat yang setiap minggunya selalu kami dengar yaitu tentang " nak, hidup itu harus habis-habisan" . Lalu dari salah satu kami ada yang bertanya maksud dari ungkapan beliau, bahkan ada yang menyahut bahwa itu ungkapan yang akan terngiang-ngiang setiap waktunya selama masih di bawah bimbingan para guru.

Lalu beliau menjawab, " nak, habis-habisan itu bermakna bahwa dalam menjalani kehidupan kita sehari-harinya harus all out, entah dari tubuh kita, raga dan pikiran semuanya harus bisa diaplikasikan dengan baik. Jalankan peran dengan ketepatan 100 %, maka dari itu jangan sampe nutrisi negatif yang menyerap tubuh kita, itu tidak boleh. Harus semuanya bernilai positif, ikhlas dan tuntas.

Pada akhirnya kutipan itu benar- benar menerobos sisi ingatan kami, seolah menjadi sebuat motto di tengah keterpurukan, bahkan hingga kini, ketika ribuan jarak memisahkan kami, tidak ada lagi suara bel, tidak lagi ribuan antrian santri, yang ada hanya kita dengan masing-masing peran yang sedang digeluti. Semoga kita bisa meneladani siapa pun yang berjasa dalam kehidupan kita.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar