Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

DARI PRAMUKA SAMPAI KE MALAYSIA


Oleh: Ahmad Jaelani Yusri

Kalimantan merupakan pulau tempatku berada dan tempat yang mengajarkanku bahwa  keterbatasan bukanlah setitik alasan untuk gagal dalam mencapai kesuksesan. Namaku Jefri, Seorang anak yang tinggal di perkampungan pelosok di Sampit Kalimantan Tengah. Tinggal di rumah yang sederhana bertelekan dipan-dipan tua dan lantai semen tak berubin. Terkadang jikalau hujan turun ,tetes-tetes air sering muncul dari atap seng yang sudah berkarat. Ingin rasanya merenovasi rumah atau sekadar mengganti sebagian atapnya . Tapi apalah daya, Orangtuaku hanyalah seorang tukang becak dan buruh cuci yang penghasilannya tidak seberapa. Meskipun begitu , Aku bertekad kuat agar menjadi orang sukses dikemudian hari. 

Hari ini adalah hari pencalonan ketua OSIS  di madrasah Aliyah . Aku sangat masygul hari ini ,itu karena aku terpilih menjadi kandidat ketua OSIS bersanding dengan 3 calon lainnya. Tibalah saat penyampaian visi-misi dari calon ketua . Kuperhatikan satu persatu calon ketua yang maju dan berargumen .Kebanyakan mereka berbicara “Saya akan memajukan, Saya akan mengabdi , Saya akan megajak , dan seterusnya “ . Raut mereka pun ada yang tegang dan ada yang cemas juga tenang. Dan sekarang adalah giliranku.

“ Kawan-kawan sekalian , pada hari ini ditempat ini saya mengajak kawan-kawan untuk terus semangat belajar , semangat dalam berinovasi .Tiada hasil yang memuaskan bila kita tidak semangat, Betul apa betul? ,” Aku mencoba membangkitkan semangat mereka layaknya latihan yel-yel pramuka.

“......... Kita harus membuktikan bahwa sekolah kita adalah sekolah yang terbaik dikota ini dan kelak kita akan jadi pemimpin dimasa depan.......” Gayaku sok-sok’an dengan tangan terkepal. Tetapi ada hasilnya , mereka menjadi serius dan semangat menanggapiku. Akhirnya acara ini selesai dan sorak tepuk tangan muncul dari mereka. 

“Pidatomu keren sekali Jef, makan apa kamu tadi ...hehehheh” Tanya Warman terkekeh-kekeh.
“Aku tadi Cuma improvisasi saja, layaknya latihan yel-yel .Kan kalo yel-yel itu harus semangat ,Benar tidak?”
“Iya-iya ,,memang anak pramuka pasti beda sendiri  hehehehhe” jawabnya terkekeh-kekeh lagi bagai orang kesambat.

Sehari kemudian ,tibalah waktunya pemungutan suara. Aku tidak begitu berharap  sebetulnya. Para siswa mulai mencoblos dari pagi hari dan akhirnya kertas suara dikumpulkan .Pak Ali selaku bidang kesiswaan mengatur penghitungan suara . Satu-satu surat dibuka menunjukan angka 2,1,3 dan bukan nomorku yaitu 4. Setelah setengah jam lebih nomorku keluar dan tiba-tiba  melejit menyaingi calon yang lain. Setelah itu Pak Ali menetapkan bahwa Ketua OSIS baru adalah Jefriyono . Amanat jatuh juga padaku ,tapi Insya Allah aku akan mengembannya dengan baik.

Sudah sebulan aku memegang jabatan ini ,banyak progam kerja OSIS yang harus aku  kerjakan bersama kawan-kawan. Dengan senang hati aku kerjakan semua ini, dan yang paling asyik adalah mengatur UKS terlebih lagi pramuka ,ekskul favoritku sejak smp .Aku sudah terbiasa ikut kegiatan atau perlombaan pramuka  bahkan terkadang disuruh mengajar  pula di SD maupun MI . 

Sepertinya banyak adik kelas yang antusias ikut pramuka, aku pun tiada lelah mengajari mereka dengan dasar-dasar pramuka seperti tali-menali ,semaphore ,sandi dan lain-lain. Terkadang aku juga ikut andil dalam lomba pramuka antar kota maupun provinsi baik  jadi anggota maupun pembimbing.

“Seluruh kegiatan OSIS berjalan sesuai harapan , pak Ali “ Laporku pada beliau saat menanyakan OSIS.

“Terus lanjutkan, jadikan OSIS ini wadah untuk pengembangan bakat siswa , ok!”

“Oke pak, kami selalu minta dukungan terbaik dari guru-guru pak” jawabku dengan tegas. Setelah itu beliau meninggalkan kami dan seperti berdiskusi dengan guru-guru dikantor. Entah apa yang mereka bicarakan sambil melirik ku dari kejauhan.

“Istirahat di tempat grakkkkk! .... Tegakkk Grakkk ,!””
“Jefri! Kamu dipanggil Kepala Sekolah ,cepat pri, oyyyy!” Teriak seorang siswi tinggi semampai yaitu Marya dari ujung lapangan dan menghampiriku. Dia temanku dan masih anggota OSIS.

“Baiklah , Bubar jalannn!” kututup latihan baris- berbaris karena panggilan mendadak. Dengan masih memakai baju oranye bertulisan GUDEP Pramuka ,aku menghadap Pak Dayat: Kepala Sekolah yang tegas, galak namun berwibawa. Jangan jangan  ,aku bakal dimarahi nih karena persoalan mengurus yang tidak becus.

“Nak Jefri ,menimbang hasil rapat para dewan guru, maka kami memutuskan untuk memilih nak Jefri ini untuk ikut ajang bergengsi nasional ‘Indonesia Student Leadership Camp ‘ ”. 

“Alhamdulillah Pak!” Jawabku langsung dan langsung disambung 

“Tapi ada syaratnya pula, Nak jefri jika berkeinginan ikut maka harus ada seleksinya yaitu membuat Essay dan presentasi budaya daerah , apakah ananda jefri mampu?” Tanya Pak Dayat dengan penuh selidik. Dan setelah kupikir secara mendalam aku mengangguk dan menyanggupinya. Dugaanku salah, yang awalnya kupikir akan kena marah terkait masalah kepengurusan ,ternyata adalah kabar baik bagiku dan keluargaku. 

“Sudah ,sekarang Nak Jefri mintalah bimbingan kepada Pak Ali dan Bu Hasna , mulai sekarang bersungguh-sungguhlah dan bawa nama harum sekolah ini !”
“Baik pak!” Jawabku dengan singkat.

Lalu aku menghadap Pak Ali dan Bu Hasna .Mereka menjelaskan padaku tentang kriteria seleksi diantaranya alur pendaftaran secara online ,membuat video presentasi budaya daerah dan membuat Essay bertemakan “Peran Pemuda dalam Pembangunan Indonesia Berdaya Saing Tingkat ASEAN”. Tentunya ini bukan perkara remeh bagiku .Aku memerlukan perangkat berupa laptop untuk ini semua. Sedangkan laptop adalah sesuatu yang mewah bagi keluargaku. 

“Maaf Pak ! Saya tidak punya laptop untuk mengetik .,,,,lalu bagaimana pak?”

“O begitu, kalau tak ada  kau bisa pinjam laptop ke dewan guru Nak Jefri!”Ujar Pak Ali.

“Laptop saya aja nak, tapi ada dirumah “ Kata Bu Hasna dengan iba.

“Terimakasih banyak bu, nanti saya ambil” Jawabku dengan hormat.

Jalan menuju rumah Bu Hasna cukup jauh dari rumahku,aku  melewati hutan sawit dan hutan karet milik perusahaan negara. Untungnya sekarang masih siang dan aku tak perlu cemas. Aku kesana dengan motor tua punya Ayah: Saksi bisu jaman muda katanya. Tibalah aku dirumah Guru Bahasa Indonesia yang tak lain ialah Bu Hasna. Pagar biru setinggi satu setengah meter mengelilingi rumah itu. Aku diizinkan masuk olehnya ,lalu diberi tas hitam yang berisi laptop.

“Jaga baik-baik ya nak, Ibu yakin kamu bisa !” Ucapnya dengan tersenyum .Lalu aku memberinya buah-buahan dari rumah sebagai tanda terimakasih dari orangtuaku.
Semua menaruh harap padaku dan ini juga bentuk amanat seperti jabatanku saat ini dan aku tidak boleh mengecewakannya. 

Jauh dari apa kupikir ternyata membuat essay tidaklah mudah.Perlu bahan rujukan dan juga referensi yang banyak. Walhasil dalam seminggu ini aku bolak-balik ke perpustakaan sekolah mencari bahan essay. 

Mulai dari buku-buku geografi tentang ASEAN , buku sosiologi, buku sejarah tentang sumpah pemuda, hingga biografi orang-orang terkenal seperti Prof. B.J Habibie, Buya Hamka, Panglima Soedirman juga Ir. Soekarno. Semua buku itu kubaca dan kuambil intisarinya. Dipahami betul-betul sehingga menjadi ide pokok paragraf yang cemerlang lalu dipadukan menjadi karangan utuh .

Tentunya aku selalu minta nasehat dan koreksi kepada Bu hasna selaku pembimbingku . Mulai dari tanda baca , diksi , padanan kata dan lain-lain. Semua kerangka paragraf kutulis dulu dikertas , dikoreksi oleh Bu Hasna , baru setelah itu diketik di Laptop. 

Tak hanya essay , aku juga membuat video presentasi mengenai kebudayaan daerahku yaitu Kota Sampit. Seperti promosi pariwisata  , hanya saja ini lebih kepada nilai-nilai budaya di daerahku .Berhubung saat SMP aku pernah belajar tari adat dayak maka di video kusertakan tarianku juga. Lalu penjelasan tentang sekolahku MAN 1 Sampit .

Bagaimana perihal mengedit ? Pikirku . Aku langsung ingat ke kekawanku yang pintar komputer yaitu Bayu, mungkin dia mau membantuku . Tapi ternyata tidak ,dia segan padaku .Entah karena dia orang kaya atau apalah .Akhirnya aku menelpon Warman ,siapa tau dia bisa membantu.Dan benar ia menyanggupi asal aku pergi kerumahnya.

Di sana , Aku langsung dibantu olehnya.Padahal setauku si Warman itu kawanku yang paling absurd dan suka melawak tidak jelas , ternyata dia punya kemampuan lebih. Kuperhatikan cara Ia mengolah dan mengedit Video ,nampak luwes dan asik. Dengan aplikasi Vegas Pro ,Ia mulai menyambung potongan-potongan video menjadi satu.

“Sudah selesai jef heheheh....... Awas ya kalau gak keterima . Kontenmu sudah bagus ini .Sayang lho kalau tidak lolos , nanti si Marya bakalan kecewa hehehehhe” timpalnya sambil tertawa kecil 

“Ngawur kamu Man! , Apa hubungannya aku dengan Marya ? ... Dia sebatas rekan pengurus OSIS “ sanggahku padanya judes . ” Tapi sekali lagi, terimakasih bantuannya ya Man! Doakan Aku terus ya!!
Akhirnya semua prasyarat sudah selesai dan Aku kembali menghadap ke Pak Ali untuk menyetor . Pak Ali tersenyum melihat essayku kemudian juga memeriksa video sampai habis   .Melalui internet, aku didaftarkan secara online dengan mengisi data diri serta mengunggah prasyarat.

“Nah sekarang  Kita tinggal menunggu saja ,perbanyak berdoa Nak supri .Semoga kamu bisa jadi wakil sekolah kita  di event nasional ini”. Ucap Pak Ali padaku.
Pengumuman masih lima hari lagi dan selama itu aku terus memanjatkan doa disela-sela solat fardhu maupun dhuha juga tahajjud. Hari-hari itu hanya tinggal tawakkal dan menunggu. Ibu pernah berpesan bahwa seberapa besar usahamu harus diiringi dengan doa karena usaha tanpa doa adalah sombong dan doa tanpa usaha adalah bohong, kalau sudah keduanya ya tinggal pasrahkan kepada Allah. Ibu sangat memotivasiku dengan keuletannya dalam bekerja , begitupun sang Ayah walaupun Cuma bekerja narik becak tapi sosok yang sangat teladan dan agamis.



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar