Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

BERUNTUNG

https://www.vectorstock.com/royalty-free-vector/two-friends-vector-19371226


Oleh: Alvian Izzul Fikri

“Tumben amat, pagi-pagi gini udah rapih banget, udah mandi pula” tanya Dimas heran sembari mengusap-ngusap mata yang masih belum benar-benar bisa terbuka dengan sempurna lantaran masih belum kembali pulih sempurna sehabis tidur. “iya nih, aku mau pergi ngopi, buat ngerjain tugas sama temen-temen” jawab Royan, sambil membokar isi almarinya untuk mencari sesuatu, hingga membuat dahinya yang kering menjadi basah karenannya. “ Kau cari apa, gupuh (tergesa-gesa) banget,?” Dimas, “Lagi cari hati nih, eh hati parfum.. he he” jawabnya sambil tersenyum malu, karena kegupuhanya itu dia tidak sengaja menjatuhkan barang milik Dimas yang berada tepat di samping almarinya “trakk..”, Dimas tak hiraukan suara barang yang jatuh itu, karena dia sudah tersibukkan dengan hpnya. 

karena Royan terburu-buru untuk pergi, dia menghadap ke belakang untuk mencari barang milik Dimas yang jatuh “..Crakkk” suara kaca yang jelas terdengar di telinga Royan, tapi suara kaca yang pecah itu tidak sampai terdengar oleh Dimas yang membuatnya cemas karena ada barang ya tak sengaja ia injak, Royan tak lekas untuk melihat barang yang ia injak itu, dia berdoa sebelum ia ingin mengambil barang itu dan dia bergumam di dalam hatinya, agar supaya barang yang ia injak itu bukanlah kaca mata milik Dimas. “Astaghfirullahal ‘adhim” suara lirih dari  Royan melihat kaca mata yang pecah tergeletak diatas lantai.

Dia bergumam di dalam hatinya tak sampai hati untuk memberitahukannya kepada Dimas, yang masih tersenyum-senyum memandang gadgetnya sembari tiduran diatas Kasur. Royan sangat tau betul akan sifat, karakter dan ekonomi Dimas, dia bukan hanya teman 1 kontrakan, tapi ia juga merupakan sahabatnya sejak pertama kuliah di salah satu Universitas di Malang. Dimas adalah termasuk orang yang memilki keluarga yang berpenghasilan menengah kebawah, dan dia adalah orang yang sangat gemi (irit) terhadap apa yang ia punya, dia jugaga termasuk temen yang baik bagi temannya dan orang tuanya, dimana dia tak pernah minta uang saku, hingga orang tuanya memberikan ia uang. Tak hanya itu dia adalah orang yang paling baik yang pernah aku temui.

Akhirnya Royan memberanikan diri untuk memberitahunya sekarang, dengan memasang wajah yang serba salah Royan berkata “ Mas, kaca matamu pecah”, “Lo kok bisa pecah?” Tanya Dimas sembari meletakkan gadgetnya dan bangun dari Kasur, lalu menghampiri Royan untuk mengambil kaca matanya yang sudah rusak ditangannya. “Tadi kaca matamu tak sengaja aku jatuhkan, dan ketika aku mau mengambilnya tak sengaja kaca matamu terinjak.. maaf ya roy (sambil aku memelas kepadanya),.. nanti sepulang dari nugas kita cari yang baru ..” kata Royan.

“Udah nggak apa kali.., lain kali jangan gupuh ketika mau apel..” kata Dimas sambil tersenyum, dia ingin memecahkan suasana diantara mereka dan terlihat jelas ketulusan darinya tanpa ada rautan wajah marah dan sedih di wajahnya. Lalu Royhan berkata “Aku sangat beruntung punya sahabat sepertimu, persahabatan kita itu sangat kuat, yang dibangun atas kejujuran dan ketulusan, dimulai ketika kamu menasihatiku karena aku adalah orang yang sering berkata kotor dan kamu berkata kepadaku “ Aku tidak punya kebebasan untuk mengatakan pada pertemuan pertama kita, tapi jika aku masih tidak memberitahumu, persahabatan kita tidak ada artinya”.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar