Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

THE REASON WHY MUST BE HAPPY


Oleh: Ainu Habibi 

The definition of happiness is pleasure and tranquility of inner and outer life, luck, and a state of peace. And reasons for being happy are of course various and varied that’s why everyone have on way to be happy. 
Standar untuk berbahagia setiap orang tentu saja berbeda dari orang lain, termasuk aku, kamu, kita, bahkan orang terdekat kita sendiri. Memang bisa jadi pada suatu kelompok tertentu dan lingkungan yang sama perasaan bahagia atau bahkan standart kebahagian bisa saja sama. 

Seperti contoh seorang anak laki laki yang mendambakan mobil mainan terbaru akan bahagia dan senang saat dibelikan mobil idamannya begitu juga dengan anak laki laki lain seusianya yang menginkan mobil. Tapi lain halnya jika itu pada anak anak usia yang usiannya sama namun dalam keadaan berbeda seperti ada di antara kita anak anak yang berkebutuhan khusus (abk). Mereka akan senang jika diberikan buku tulis yang baru atau hal hal yang lebih menarik perhatiannya. 

Including us to find our happiness can be with eat something, look someone happy because of us, atau juga telah berhasil melakukan sesuatu seperti telah berhasil menghabiskan sebuah buku yang sangat tebal, atau bahkan telah menulis sebuah buku yang terjual laris. Mendapatkan uang yang banyak setelah bekerja seharain, menjadi pemenang di sebuah konteks kecantikan, atau menjadi atlet dengan mendali yang banyak. 

Itu adalah alasan untuk kebahagian mu dan belum tentu itu alasan kebahagian orang lain, APA YANG MENJADI MILIKMU ADALAH MILIKMU DAN ALLAH TIDAK AKAN MELEWATIMU UNTUK HAL ITU. Hal itu kemudian yang mendasari bahwa perilaku kita memaksakkan kehendak kebahagiaan yang sama dengan apa yang kita inginkan untuk orang lain bukanlah suatu hal yang  baik. 

Ada seseorang yang cukup senang dengan dapat makan hari ini. Ada si E yang senang jika dagangannya laku keras, ada juga si B yang senang jika membelanjakan uangnya, ada juga si X yang senang dengan mengahabiskan buku-buku koleksi terbaru yang dibelinya. Ada juka si K yang bahagia karena memenangkan sebuah kontes. Dan aku, kamu kita memiliki masing masing alasan kebahagian kita. Karena setiap jiwa berbeda dan setiap perasaan mengendalaikannya masing-masing. 

Maka pernakah kalian mendengar sebuah hadhis dari Ali bin Abi Thalib yang artinya: Beliau (Nabi SAW) bersabda: Ahlus Sa'adah (orang orang yang beruntung untuk menghuni syurga), maka ia akan dimudahkan untuk mengerjalan amalan Ahlus Sa'adah. Dan Ahlusy Syaqa` (orang-orang yang celaka) juga akan dimudahkan untuk melakukan amalan Ahlusy Syaqa`. Kemudian beliau membaca ayat: "FA`AMMAA MAN `A'THAA WAT TAQAA WA SHADDAQA BIL HUSNAA (maka siapa yang (suka) memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, serta membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) (QS Al Lail [92] 5-6).

Dalam hadits tersebut dapat kita pahami bahwa kebahagiaan sesungguhnya adalah mengerjakan kebajikan dan menyisahkan harta untuk bersedekah di jalan ALLAH serta bertakwa kepadanya adalah syarat kebahagian lahir dan batin setiap insan yang muslim dan bukan suatu kesalahan jika kita tidak dimiliki rejeki yang cukup karena “senyummu terhdapa saudaramu adalah sedekah” hadits yang diajarkan Rasulullah SAW. kepada kita tidak menyulitak tetapi selalu menyelamatkan dan memudahkan untuk sama-sama berbuat kebajikan.

Jangan gunakan AGAMA untuk mencari kebahagian di dunia tapi jadikan agama alasan kebahagianmu agar jika tak sesuai dengan harapan , engkau terus kembali pada tuhan mu.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar