Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

REVIEW FILM KNIVES OUT


Oleh: Muhammad Ikbal

saya akan mengulas film plot twist yang berjudul Knives Out. Diawal film kita melihat pemandangan sebuah rumah milik penulis novelis terkenal Harlan Trombie, kita juga bisa melihat ada dua ekor anjing yang sedang mengejar sesuatu yaitu hewan peliharaan Harlan Trombie. Fran datang, asisten rumah tangga yang membawakan makanan. Dia terkejut saat mengetahui bahwa majikannya telah meninggal dengan leher berlumuran darah. "judul film muncul". Seminggu setelah Harlan Trombie meninggal Walt Trombie (anak bungsu Harlan) menghubungi Marta (yaitu perawat pribadi Harlan Trombie) untuk segera pergi ke kediaman Harlan Trombie karena semua anggota keluarga dan orang yang disayang akan diinterogasi.

Mereka diinterogasi oleh Kapten Elliot, Truper Wekner (dari pihak kepolisian) dan detektif terkenal Benoit Blanc. Terdapat dua sesi pertanyaan dari kapten Eliot dan detektif Blanc, dimulai dari Linda (anak sulung Harlan), kemudian Richard (suami Linda), Walt Trombie, Joni (menantu Harlan) dan Meg. Kemudian datang Marta yang memperkuat dugaan detektif dan kapten Elit dimana si Martan jika berbohong maka ia akan muntah.

Si martan menceritakan kejadian setelah pesta ulang tahun bahwa ia mengantarkan Harlan ke kamarnya kemudian meberikannya sebuah obat. Namun Marta menjelaskan menurut versinya yang dimana ia tidak menceritakan kejadian sehingga ia tidak muntah dihadapan blanc. ternyata sebenarnya Marta salah memberikan obat dan ia tidak menemukan obat penawarnya, selagi Marta mencari bantuan Harlan malah mencegahnya dan hanya mengoceh di detik-detik kematiannya. untuk melindungi Marta, harlan menyuruh marta pergi ke tempat yang tidak di jangkau cctv kemudian kembali ke kamar lewat jalan rahasia dan menyamar menjadi dirinya menggunakan bajunya kemudian turun ke bawah.

Marta pergi pulang lalu ada Walt dan anak nya di bawah kemudian selang beberapa menit Walt melihat ayahnya turun, lantas walt menyuruh ayahnya naik kembali untuk segera tidur. ternyata yang dilihat walt itu adalah Marta setelah melakukan itu, ketika itu juga Marta turun dari tangga jalan rahasia ada ibunya Harlan yang sudah tua dan mengira Marta adalah Ranshen. 

Dilain hari, Blanc dan Marta melanjutkan investigasi di taman belakang kemudian datang dua ekor anjing yang menyapa Marta dengan ramah. lalu Blanc berkata "anjing adalah hakim penilai karakter yang baik". kemudian kembali ke rumah datang Ranshen dimana ia disambut tidak ramah oleh kedua anjing tersebut, sehingga Blanc merasa curiga.

Ranshen datang saat pembagian harta warisan dan tidak datang saat pemakaman Harlan Trombie.

Setelah dibacakan harta warisan ternyata yang mendapatkan adalah Marta, lalu seluruh keluarga menyerang Marta.  kemudian datang ranshen untuk membantu Marta dan membawanya ke  restoran, ternyata ia hanya dijebak oleh Ranshen dimana Marta disuruh menceritakan sebenarnya. beberapa menit kemudian Marta melihat detektif Blanc dan polisi, Marta yang merasa bersalah kabur bersama Ranshen menggunakan mobil dan terjadilah kejar-kejaran saat terpojok tidak ada jalan untuk kabur ternyata yang ditangkap adalah Ranshen. Blanc mengatakan bahwa ibunya Harlan mengatakan melihat Hanshen saat waktu kejadian kematian Harlan. 

Blanc dan Marta kembali ke rumah Harlan, namun Marta menyuruh Blanc berhenti di sebuah tempat yang ia dapat alamat itu dari surelnya. kemudia ia mendapati Fran yang sekarat dan mengatakan ia mempunyai taksologi darah harlan. Marta berteriak dan menelpon 911 dan membawanya ke rumah sakit.

Marta menceritakan yang sebenarnya kepada Blanc namun Blanc telah mengetahuinya dari pengakuan Ranshen.

kemudian di rumah Harlan, seluruh keluarga hadir semua. Saat itu Marta ingin mengakui yang sebenarnya namun dicegah Blanc karena ia telah menemukan taksologi darah Harlan. namun itu tidak menguatkan tuduhan ke Ranshen, satu-satunya harapan adalah Fran. setelah itu ada telpon ke Marta dari rumah sakit. ia mengatakan bahwa fran masih hidup, lalu ranshen mengakui kejahatannya ke semua orang yang ada di situ. tidak lama kemudian Marta muntah ke mukanya ranshen yang ternyata Fran telah mati. namun karena perkata Ranshen telah direkam, Ranshen mengambil pisau dan menusuk Marta. ternyata itu hanya pisau mainan, lalu Ranshen di bawa ke kantor polisi.

 



Pondok pesantren Darun Nun Malang

Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar