Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PROBLEMATIKA SHOLAT BERJAMA'AH DI MASA PANDEMI III: HAND SANITIZER



Oleh: Muhammad Anis Fuadi

Dalam pelaksanaan sholat berjamaah di masa pandemi ini, hand sanitizer telah menjadi alternatif bagi para jamaah guna memastikan sterilnya tangan sebelum dilaksanakannya ibadah. Sebenarnya kontak tangan secara langsung sudah mulai dikurangi dengan dilunturkannya tradisi bersalaman seusai sholat. Kendati demikian, hand sanitizer tetaplah menjadi property wajib dalam pelaksanaan sholat berjamaah sesuai protokol kesehatan.

Masalahnya lagi-lagi tidak semua umat muslim turut mengindahkan protokol ini. Sebagian kaum muslimin berdalih bahwa kondisi mereka ketika berangkat ke masjid sudah dalam keadaan bersih bahkan suci dari najis ataupun hadats. Jadi, penggunaan hand sanitizer bukanlah hal yang wajib lagi ketika mereka hendak menunaikan shalat berjamaah. Ditambah lagi, adanya keraguan mereka tentang kesucian kandungan dalam cairan hand sanitizer. Terutama adanya alkohol dalam kandungan hand sanitizer adalah problem yang paling disorot mereka. Apalagi alkohol diyakini sebagai zat memabukkan yang diidentikkan dengan najis.

Kesucian badan, pakaian, dan tempat sholat merupakan syarat sahnya sholat. Adanya najis adalah penghalang dari kesucian yang bisa mengakibatkan tidak sahnya sholat. Apabila alkohol telah diyakini sebagai barang najis, maka adanya kandungan alkohol dalam badan, pakaian, ataupun tempat sholat menyebabkan sholat menjadi tidak sah. Lantas, dengan begitu apakah berarti penggunaan hand sanitizer menjadi penyebab sholat berjamaah menjadi sia-sia?

Adapun para ulama' berbeda pendapat dalam menghukumi status najis zat alkohol. Syekh Abdurrahman al-Jaziri dalam kitabnya Al-Fiqhu Ala Madzahibil Arba'ah menyebutkan : 

ومنها المائعات النجسة التي تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر الذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن
ومنها المائعات النجسة التي تضاف إلى الأدوية والروائح العطرية لإصلاحها فإنه يعفى عن القدر الذي به الإصلاح قياسا على الأنفحة المصلحة للجبن

Artinya, “Salah satu (yang dimaafkan) adalah cairan-cairan najis yang dicampurkan pada obat dan aroma harum parfum untuk memberi efek maslahat padanya."

Mengacu pada perkataan Syekh Abdurrahman al-Jaziri, maka dapat diketahui bahwa kandungan alkohol yang dicampurkan pada hand sanitizer dan difungsikan untuk kemaslahatan yang dalam hal ini yakni untuk mencegah tersebarnya virus, maka hukumnya boleh. 
Lebih dalam lagi, kajian dari Syekh Wahbah az-Zuhayly dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu mengungkapkan:

مادة الكحول غير نجسة شرعاً، بناء على ماسبق تقريره من أن الأصل في الأشياء الطهارة، سواء كان الكحول صرفاً أم مخففاً بالماء ترجيحاً للقول بأن نجاسة الخمر وسائر المسكرات معنوية غير حسية، لاعتبارها رجساً من عمل الشيطان.

Artinya, “Zat alkohol tidak najis menurut syara’ dengan dasar (kaidah) yang telah lalu, yaitu segala sesuatu asalnya adalah suci baik ia adalah alkohol murni maupun alkohol yang telah dikurangi kandungannya dengan campuran air dengan mengunggulkan pendapat yang mengatakan bahwa najis khamr dan semua zat yang memabukkan bersifat maknawi, bukan harfiah, dengan pertimbangan bahwa itu adalah kotor sebagai perbuatan setan."

Dari pendapat beliau, menunjukkan bahwasanya baik alkohol murni ataupun campuran, hukumnya adalah suci. Beliau memandang bahwa zat sejenis khamr dan sejenisnya adalah najis secara maknawi, bukan secara mendasar (harfiah).

Berpedoman pada berbagai pendapat ulama' diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian hand sanitizer ketika sholat, bukanlah sesuatu yang dapat mempengaruhi sahnya sholat. Alangkah baiknya jika sebagai seorang muslim yang baik untuk senantiasa menjaga kebersihan, terlebih juga menjaga kesucian sebagaimana yang telah dicontohkan salafussalih dengan dawamul wudhu'. 

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/117881/hukum-memakai-hand-sanitizer-atau-cairan-antiseptik-tangan-untuk-shalat



Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar