Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

PERADUAN


Oleh Ilman Mahbubillah


Puisi ini datang dari mata yang basah

Setelah hujan menyelesaikan sabda sabdanya

Kenapa kita; mempertuhankan rindu,

Yang  hasiahnya hanyalah luka dan pilu

 

Puisi ini lahir dari kaki yang renta

Setelah lelah berjalan kemari dan kesana

Kenapa kita; menabikan sepi,

Yang syarahnya adalah memar memar perih

 

Puisi ini terbit dari ufuk yang gelap

Setelah hati menjadi keras sebab tak dianggap

Kenapa kita; mengimani ketidakpastian,

Yang maknanya hanya malang yang tak berkesudahan

 

Puisi ini merekah dari pancaran sinar ilahi;

Setelah terpedaya nafsu yg harusnya kau sudahi

Kenapa kita; menganut aliran kasih dan sayang

Yang nyata terlihat putih namun kepayang

 

Puisi ini dibesarkan oleh ibu yg bernama asa

Setelah tapak kaki menjarah setiap sudut dari luka-luka

Kenapa kita; mengkiblati rasa gelisah

Yang hadir mengakhiri segala rasa, dasar bedebah!

 

Puisi ini hilang kemudian tak pernah ditemukan;

Setelah sekian lama menjadi hamba dalam pelukan

Kenapa kita; mengkafirkan kebersamaan

Yang terpendam sebab hati tak pernah bisa mengungkapkan

 

 

Malang, 30 September 2020


Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar