Pondok Pesantren Darun Nun Menjadi pondok terdepan dalam pengajaran agama, bahasa, literasi dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekuatan akidah islamiyah, kemahiran berbahasa dan menulis, serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat.

OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL (ONLINE) SEBAGAI PENGOBAT COVID-19

Oleh: Siti Rahmatillah

       Dilansir dalam siaran narasi tv di Trans7 yang dipandu oleh Najwa Shihab bahwa kementerian komunikasi dan informasi mendeteksi 54 hoax terkait virus corona. Secara psikologis ini sangat berpengaruh pada sistem imunitas tubuh, ia dapat menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah kehidupan masyarakat. Oleh karena demikian selain pengobatan secara jasmani dengan berbagai alat kesehatan di rumah sakit, diperlukan juga pengobatan secara psikologis. Hal tersebut sangat penting, karena jika psikologis tidak stabil maka ia akan berpengaruh pada organ-organ lain salah satunya pada daya tahan tubuh. Dan salah satu obat agar kondisinya tetap stabil adalah media sosial.
       Kenapa media sosial ? Karena masyarakat membutuhkan informasi, dan apalagi di tengah kondisi genting seperti ini. Maka informasi yang tersebar harus informasi yang menyehatkan, memahamkan, serta berisi fakta-fakta yang mampu diperatanggungjawabkan. Bukan malah membingungkan, mengkhawartikan bahkan sampai memunculkan ketidakpercayaan masyarakat dan berasumsi bahwa virus ini adalah sebuah konspirasi. Ini semua, tentu bisa diatasi dengan menyebarkan kebenaran melalui media sosial. 
        Jika di sisi lain media sosial mampu menggiring opini publik terhadap hal yang belum pasti kebenarannya, kenapa ia juga tidak mampu menggiringnya pada kebenaran yang sudah pasti kebenarannya, dan bukankah itu hal yang lebih mudah dikarenakan bukti-buktinya tidak sukar didapatkan?. Lagi-lagi di sini diperlukan optimalisasi media sosial. Dan hal mendukung lainnya guna menjadi obat virus ini adalah harus adanya sikap keterbukaan dalam penanganan covid-19 oleh lembaga terkait seperti halnya menteri kesehatan. Kenapa demikian? Karena keterbukaan cara penanganan dari lembaga kementerian kesehatan dan optimalisasi penyebaran informasi melaui media sosial oleh kementerian komunikasi dan informasi merupakan cara sehat agar pikiran tetap stabil dan tenang. Dan tentunya untuk menunjang hal tersebut harus ada kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Adapun upaya yang bisa dilakukan antara lain :

Masyarakat harus bijak dalam menerima informasi

       Sebagai masyarakat tentu ia merupakan konsumsi utama dari sebuah informasi. Sehingga sikap waspada, hati-hati dan tidak mudah terprovokasi adalah prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh masyarakat. Dan selaku kementerian komunikasi dan informasi  tentu mempunyai tugas untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat terkait cara memperoleh dan menanggapi informasi. Karena biar bagaimanapun lembaga yang lebih paham terkait ruang lingkup informasi adalah lembaga kementerian komunikasi dan informasi.

Penerapan UU ITE dengan tegas dan menyeluruh
     
       Penerapan secara menyeluruh dan berdasarkan prinsip negara hukum terkait implementasi Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik adalah upaya yang dilakukan guna mencegah terjadinya hoax. Dan ini bukan hanya  bergantung pada pengawasan pemerintah, tetapi masyarakat juga turut ikut andil dalam memberantas bagi siapapun yang menyebarkan berita hoax dengan memperhatikan aturan sesuai prosedur yang berlaku.

Penyelenggaraan Penanganan Covid-19 secara terbuka dan transparan

       Hal ini dilakukan agar terjadinya kejelasan saat informasi tersampaikan ke publik. Lembaga kementerian komunikasi dan infornasi  dengan lembaga kementerian kesehatan sangat dianjurkan untuk bekerja sama, harus ada singkroniasai atau relevansi dalam melakukan penyebaran informasi. Sehingga meminimalisir adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karenanya, kejadian seperti yang hangat diperbincangkan publik yang hampir berujung pada aparat kepolisian tidak terulang kembali, yaitu terkait peristiwa “kursi kosong” yang disiarkan oleh narasi tv. Karena sejelas apapun cara penanganannya, jika itu tidak ada keterbukaan maka akan mengundang berbagai perspektif. Terlihat sepele namun menimbulkan polemik.
       Dengan demikian, solusi terkait pandemi ini adalah antara pemerintah dan masyarakat harus saling mnghormati, kolaborasi. Masyarakat mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah, pun sebaliknya pemerintah harus memberikan informasi asli bukan malah hasil manipulasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terkait penanganan virus ini. Selain itu, sesama msyarakat harus saling menguatkan jangan malah mengucilkan jika ada yang terinfeksi. Dan yang paling penting adalah kita harus peka dengan keadaan sosial satu sama lain. Sehingga dengan sistem ketuhanan, persatuan, dan kemanusiaan sebagaimana yang diamanatkan pancasila, kita mampu melewati pandemi ini.  

Sumber:
  1. Akun youtube Najwa Shihab dengan tema “ Menangkal Corona – Menkes Terawan : Virus Corona Ringan, Hoaksnya Berat ( Part 4 ) Mata Najwa pada tanggal 6 februari 2020
  2.  Akun youtube Najwa Shihab dengan tema “ mata najwa menanti terawan” pada tanggal 28 September 2020
  3. https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/04/29/14210631/atasi-covid-19-faktor-psikologis-penting-untuk-jaga-imun-tubuh

Malang, 27 Oktober 2020
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Share on Google Plus

About PP DARUN NUN

0 komentar:

Posting Komentar